Ternyata Pantai Lepar dan Laut Terentang Masih Bergemuruh oleh kegiatan Tambang Ilegal disinyalir berada dalam IUP PT.Timah Tbk

Belinyu, BeritaTKP.com – Marak nya Aktifitas penambangan di wilayah laut Terentang di duga ilegal di dalam iup PT timah berjenis TI selam yang bekerja dilokasi KIP Mitra PT Timah TBK. Tepat nya di depan laut Lepar kelurahan Mantung kecamatan belinyu diduga tidak memiliki legalitas dan terjadi pembiaran aset negara berupa bijih timah dari kegiatan tersebut .

Aktifitas penambang yang di lakukan menggunakan TI Upin Ipin asik melakukan penambangan di dalam iup PT timah Tanpa ada penertipan oleh PAM ovid dari PT timah yang mana kita ketahui PT timah adalah perusahaan BUMN. Ini sudah pembiaran oleh pihak PT timah yang mana sengaja hasil mineral berupa biji timah di jarah di dalam iup nya. Tanpa ada upaya mensosialisasikan kepada penambang bahwa itu iup PT timah tbk. Hasil dari biji timah nya harus di serah kan kepada pihak PT timah.

Hari ini Selasa 24/01/23 awak media konfirmasi ke masyarakat penyanting yang minta nama nya di rahasiakan mengatakan tadi ada tim dari pihak PT timah menyetop aktifitas tambang. Setelah tim pihak PT timah balik kanan aktifitas berjalan lagi.

Saat di konfirmasi kepada salah satu penambang yang indentitas minta di rahasiakan mengatakan. Kami menambang ada panitia yang berinisial M,dan RK. Dengan aturan dari panitia  jika beroperasi  dan mendapatkan hasil pasir timah  di bawah 10 kg dibayar 50 rb dan jika dapat 10 kg ke atas maka panitia membayar 100rb/kg dg adanya lagi cantingan.

Ada panitia yang menunggu di sakan minta cantingan dan di darat untuk bayar uang jalan. Cantingan ada beberapa cantingan speed boat, cantingan jaga malam dan cantingan panitia. Saat dikonfirmasi salah satu panitia berinisial (M) yang juga infonya  menjabat seorang ketua RT.

Menyatakan kalo memang kegiatan disitu tidak ada SPK tambang maupun SPK pengangkutan atau PamAset dari PT.Timah saat dihubungi lewat via WhatsApp. Awak media masih berupaya menghubungi anggota yang terkait sehingga berita ini diturun kan. (FTY)