Sungguh Mengerikan Kasus Mafia BBM Bersubsidi Terutama Solar di Nganjuk Dalangi PT PETRO Transfortir

Nganjuk BeritaTKP.com Sungguh ironis BBM bersubsidi melambung tinggih akan tetapi ada indikasi PT.Petro Transfortir bermain sebagai Dalang Pengepul BBM bersubsidi Jenis Solar dengan cara di pasang sanyo atau mesin hisap agar solar tersebut masuk kedalam bull (curigen besar) menggunakan mobil dan truck mengambil di  Setiap SPBU Dikabupaten Nganjuk.

Ternyata Kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang digunakan untuk kepentingan industri, masih banyak terjadi. Kali ini ditemukan di wilayah Kabupaten Nganjuk jawa timur.

Diketahui, pembelian solar bersubsidi itu dilakukan di sejumlah SPBU, seperti SPBU Pace dan Loceret. Setelah terkumpul di pengepul, solar bersubsidi itu kemudian dijual ke beberapa perusahaan industri yang salah satunya ya itu PT. Petro transfosir

Dari hasil penelusuran dan pengembangan tim investigasi Media mengungkap salah satu orang pelaku yang diketahui sebagai sopir panter berinisial AY (40). Mengatakan kepada tim investigasi bahwa RIDWAN adalah bos pembeli solar bersubsidi dari para pengepul Kabupaten Nganjuk untuk di jadikan bahab bakar industri.

Modusnya, mobil untuk membeli dilengkapi pompa yang dipergunakan untuk memidahkan solar bersubsidi dari tangki jalan ke dalam bak tangki modif penyimpanan.

Solar bersubsidi itu kemudian dibawa ke gudang penimbunan lalu dipindahkan kendaraan tangki transportir milik FADIL, yang berdomisili di Surabaya dan di jual dengan harga industri.

Pembelian solar bersubsidi ini disinyalir sudah ada indikasi kerjasama dengan oknum operator SPBU, seperti di SPBU Pace dan Loceret. Operator dijanjikan mendapatkan Rp 250 per liternya.Solar bersubsidi itu dibeli dengan harga Rp 6800 per liter.Pengepul solar subsidi di Nganjuk yang dimodali oleh PT Petro milik FADIL tersebut.

Beberapa narasumber mengatakan aksi ini dilakukannya setiap malam di SPBU Pace, SPBU Loceret, dan beberapa SPBU lainnya dengan rata-rata pembelian 3000 liter (3 ton) hingga 5.000 liter (5 ton) setiap harinya.

Diperkirakan solar bersubsidi dijual ke perusahaan atau industri seharga Rp 9000 Ribu per liter.“Dalam aksinya PT PETRO TRANSFORSIR dapat menggambil satu minggu dapat menggambil tiga sampai empat kali, pengambilan malam hari dan kadang juga siang hari, menggunakan 4 unit armada,ujar narasumber.

Dengan jumlah 3 sampai 5 ton solar per harinya, diperkirakan keuntungan yang didapatkan ratusan juta dalam setiap bulannya dan negara banyak di rugikan oleh OKNUM PT PETRO TRANSFORSIR MILIK FADIL.

“Dengan Adanya temuan ini diharapkan Kapolda Jawa Timur dan DirRESKRIMSUS segera memerintahkan anggotanya untuk menangkap mafia solar PT Petro transforsir  MILIK FADIL.

“Atas perbuatannya, pelaku dan penimbun solar subsidi PT Petro yang di jual dengan Harga industri dapat dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Harapan kita sebagai kontrol sosial masyarakat agar segera di tanggapi lebih lanjut kasus yang merugikan negara ini terutama mahfia solar yang berada di jawatimur. BERSAMBUNG @investigasi