Polrestabes Surabaya Tangkap 2 Orang Pelaku Penganiayaan Wartawan, 2 Lainnya Menyerahkan Diri

Surabaya, BeritaTKP.com – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pengeroyokan wartawan di Jalan Simpang Dukung, Kota Surabaya. Kedua pelaku dibekuk di sebuah lahan kosong yang ada di wilayah Surabaya Barat.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana mengatakan, penangkapan dua pelaku ini berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi dan korban, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Tetapi tak berlangsung lama, dua orang temannya yang lain menyusul menyerahkan diri kepada polisi. Jadi total pelaku yang ditankap kini mereka menjalani proses penyidikan.

Suasana saat para wartawan yang menjadi korban pengeroyokan melapor ke Polrestabes Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana membenarkan total ada empat pelaku yang ditangkap, dua di antaranya menyerahkan diri setelah diimbau oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan.

“Iya ada dua terduga pelaku yang menyerahkan diri ke Polrestabes dan mengakui ikut melakukan penganiayaan terhadap teman jurnalis. Saat ini masih disidik,” jelas Mirzal, Rabu (25/1/2023) kemarin.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan mengumumkan himbaukan kepada yang merasa melakukan tindakan kekerasan dalam kejadian ini mohon kerjasamanya agar atas kesadarannya menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

“Kita sebagai masyarakat yang taat hukum dan berani mengakui perbuatan yang telah dilakukan secara jujur demi kebaikan. Dan menghargai situasi kamtibmas di Kota Surabaya agar masyarakat tidak terganggu atas adanya dugaan peristiwa kekerasan yang terjadi,” imbau Yusep.

Dan Yusep berharap ke depannya, aksi kekerasan dalam bentuk apapun tidak terulang karena atensi dari Kapolri yang ditegaskan oleh Kapolda Jatim dan diimplementasikan oleh Kapolrestabes Surabaya. bahwa apabila ada aksi kekerasan dilakukan oleh anggota Poori dan masyarakat akan ditindak tega sesuai ketentuan yang berlaku.

Bahkan bila dalam peristiwa ini pihak terkait tidak menyerahkan diri, maka tindakan kepolisian yang tegas dan terukur sesuai perkap No.1/2009 tentang  penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian akan dilakukan terhadap para pelaku kekerasan yang tidak kooperatif dalam proses hukum.

Yusep juga mengimbau, semua pihak lebih bijak dalam menghadapi setiap permasalahan, dengan mengedepankan win-win solution. Bila sudah ada tahap proses penyidikan dapat menggunakan fasilitas ruang restorasi justice (RJ) apabila pihak-pihak menyepakati tanpa adanya intervensi maupun paksaan dari pihak manapun.

Dan penyidik bersifat fasilitator dengan menghadirkan ahli akademisi untuk mengukur pencapaian RJ yang berkeadilan tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan sebagai wujud kepastian hukum.  Hal tersebut tidak mengganggu jalannya proses penyidikan secara profesional, berkeadilan dan keterbukaan.

Sebelumnya telah diberitakan, lim aorang jurnalis menjadi korban kekerasan dan intimidasi saat hendak meliput penindakan tim DPM PTSP Provinsi Jatim dan Disbudpar Povinsi Jatim di tempat hiburan yang diduga tak memiliki kelengkapan izin.

Mereka adalah M Rofik, jurnalis Lensaindonesia.com, Didik Suhartono, Pewarta Foto LKBN Antara, Anggadia Muhammad, jurnalis Beritajatim.com, Firman Rachmanudin, jurnalis Inewssurabaya.id dan Ali Masduki, Pewarta Foto Inewssurabaya.id.

Tindakan penganiayaan yang didapatkan lima jurnalis tersebut yakni dihajar serta diusir hingga liputan penindakan petugas berwenang terhadap operasional tempat hidubaran itu gagal. Tak terima mendapatkan perlakukan seperti itu, empat dari lima jurnalis melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Surabaya. (Din/RED)