Remaja 18 Tahun Nyaru Jadi Anggota Brimob

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Diduga stres lantaran cita cita kandas menjadi polisi, seorang remaja 18 tahun asal Desa Simo Angin, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, M. Masarii Mufido nekat seragam dinas polisi di Pasar Turi Surabaya, bukat tanpa alasan hal ini ia lakukan lantaran untuk melakukan penipuan.

Bahkan Tak tanggung-tanggung, seorang ibu rumah tangga dan beberapa wanita termakan rayuan dan dijadikan pacar. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan swasta, ini juga meminta uang kepada korbannya dan diajak berhubungan suami isteri.

Penipuan tersebut terjadi pada 18 Juli lalu. Waktu itu korban yang berada di rumahnya tiba-tiba didatangi tersangka yang mengaku sebagai anggota Brimob. Tersangka terlihat meyakinkan karena ia menggunakan baju polisi lengkap dengan pistol dan juga sebilah sangkur.

Kedatangan tersangka ini disambut baik oleh korban dan dipersilahkan duduk. “Korban awalnya tidak tahu tujuan tersangka sehingga ia mempersilahkannya duduk,” terang Kapolsekta Kompol Widjanarko.

Setelah itu, perbincangan mulai dilakukan keduanya. Tersangka saat itu menawarkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi W 3285 ZR miliknya yang saat itu dia dibawa. Tersangka awalnya menawarkan sepeda motor tersebut dengan harga Rp 7 juta, namun kemudian ditawar oleh korban hingga akhirnya mereka setuju dengan harga Rp 6 juta.  “Saat itu juga korban tergiur karena dijanjikan balik nama kendaraan gratis dan buat surat izin mengemudi (SIM) gratis,” tegasnya.

Kompol Widjanarko menuturkan, usai terjadi kesepakatan, korban langsung menuju ke dalam rumah dan menyerahkan uang Rp 3 juta sebagai uang muka sepeda motor. Uang tersebut langsung diserahkan pada tersangka. Namun, tersangka tidak mau menyerahkan sepeda motornya. “Tersangka meyakinkan korban dengan baju dinas kepolisian yang digunakannya. Sehingga korban mempercayai tersangka dan membiarkannya menggunakan sepeda motor tersebut untuk sementara waktu,” tandasnya.

Gelagat tidak baik dari tersangka akhirnya tercium korban. Kecurigaan tersebut karena empat hari setelahnya tersangka tidak juga datang menyerahkan sepeda motornya. Hingga pada 22 Juli korban melaporkan tersangka karena kasus penipuan. “Setelah mendapat laporan kami langsung melakukan pengejaran dan menunggu tersangka di sekitar rumahnya. Hingga akhirnya kami temukan tersangka dan kami amankan beserta barang buktinya,” jelasnya.

Bahkan dalam hal ini Kompol Widjanarko tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya. Karena tersangka mengaku ada 16 orang yang ditipunya yang kesemuanya wanita. “Namun untuk sementara ini hanya satu korban yang melaporkan ke kami,” urainya.

Sementara itu tersangka mengakui jika ia mengaku sebagai polisi untuk memuluskan aksinya. Dimana korban yang diincarnya adalah para wanita. Ia mengaku, sudah banyak perempuan yang dipacarinya dan ditiduri karena mengaku sebagai polisi di satuan Brimob. “Sudah belasan dan tujuh diantaranya saya tiduri,” katanya.

Tersangka mengaku membeli baju dan perlengkapan kepolisian tersebut di Pasar Turi di Surabaya. Setelah membeli seragam polisi, ia juga membordir nama untuk bajunya supaya terlihat lebih meyakinkan. “Nama Aril dibaju itu saya bordirkan sendiri. Sementara pistol yang saya bawa hanya korek api yang saya beli Rp 100 ribu di Pasar Turi juga,” pungkasnya. Kini ia akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tetang penipuan dengan ancaman lima tahun penjara. @anggit

Sebarkan Berita