Satgas Saber Pungli, OTT Kades Kranggan

Kades Kranggan Sriyono saat di periksa Tim Saber Pungli Polres Madiun

Madiun,BeritaTKP.Com – Masih tidak ada kejerahan bagi pelaku kejahatan Korupsi yang di lakukan pegawai pemerintahan maupun pejabat pemerintahan baik tingkat Kades maupun tingkat Bupati, dalam waktu sepekan telah terjadi OTT DD/ADD di Jatim.

Pemerintah Pusat menekankan Program untuk kesejahteraan untuk rakyat, namun banyak pihak mencederai mencari celah untuk mementingkan diri sendiri dengan melakukan Korupsi uang Negara ,Ironis sekali mau kaya kok Korupsi.

Senin (31/07/2017) Pukul 14.00 Wib. Sriyono 49 tahun, Seorang Kades Desa, Kranggan, Kecamatan, Geger . Kabupaten Madiun tertangkap OTT Oleh Tim Saber Pungli Polres Madiun di Bank BRI Unit Uteran , Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun .

Sebelumnya Tim Saber Pungli mendapat laporan dari warga Kranggan bahwa Kades mengambil dan menerima uang Dana Desa tahun 2017 sebanyak 7 kali sebesar Rp 55.192.500 , selain menerima uang Dana Desa Sriyono juga meminta untuk mencairkan BKK (Bantuan  Keuangan Khusus ) dari Bendahara untuk memotong pembayaran kas umum (APBDes) sebesar Rp 19 juta seolah – olah (APBDes) mempunyai hutang kepada dirinya.

Dengan menelaah laporan masyarakat Tim Saber Pungli menangkap dan menggeledah Sriyono benar adanya laporan tersebut dengan di temukannya barang bukti 2 bendel uang senilai Rp 19 juta, 1 lembar Kwitansi , 1 unit Sepeda motor dan 1 buah Handphone dari tangan Sriyono. Selanjutnya Sritono di gelandang ke Mapolres  Madiun untuk pemeriksaan lebih lanjut .

Sementara itu Kasat reskrim Polres Madiun AKP.Hanif Wicaksono menegaskan ” Tim Saber Pungli Polres Madiun menindak lanjuti laporan sebelumnya oleh BPD Desa Kranggan telah menerima Dana desa sebanyak 7 kali , Kades Kranggan Sriyono melakukan Korupsi dengan modus meminta mencairkan Bantuan Keuangan Khusus APBDes .

Sebagai uang pengganti talangan miiknya, sekarang kita dalam pengembangan kasus ini dengan memeriksa saksi – saksi dan mengumpulkan bukti yang ada ” beber Hanif.

Masih kata Hanif Tim Saber Pungli akan selalu mengawal dan Sigap dalam menerma laporan dari masyarakat dengan mengupayakan Ungkap Kasus, Sriyono di jerat Pasal 12 huruf (f) dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 8 UU Ri Nomor 31 tahun 1999 di ubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman di atas 9 tahun penjara ” ungkapnya.  @Red