Pungli Prona, Kejari Sidoarjo Akan Tangani Kasus OTT Kades dan Sekdes Ploso

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terus dilakukan berhasil menemukan segala kasus yang perkasitan dengan korupsi atau pungutan liar, dan kini OTT kembali menguak kasus dan menangkap 8 Tersangka kasus pungutan liar (Pungli) dalam Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) asal Desa Ploso Kecamatan Krembung.

8 Tersangka yakni Kades Ploso dan perangkatnya tertangkap tangan Satreskrimsus Polresta Sidoarjo. Mereka melakukan pungli pembuatan surat hibah waris, pengukuran tanah, pengurusan sertitifat tanah dengan sistem prona, 2 Maret 2017 yang lalu. Masing-masing pemohan diwajibkan membayar secara bervariasi. Mulai Rp 500 ribu-Rp 1,5 juta. Sedangkan pemohon yang sudah membayar administrasi mencapai 800 orang. Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan uang senilai Rp 521.200.000 juta.

Ke-8 tersangka terdiri dari kades dan perangkatnya yakni, Kepala Desa Ploso Saiful Efendi, Sekretaris Desa Abdul Rofik, Moch Ali Imron, Basuki, Muhammad Fuadz Rosady, Mochhammad Jafar, Samsul dan Siti Rosyidah.

Para tersangka kasus pungli prona ini diserahkan ke Kejari Sidoarjo Jalan Sultan Agung bahkan salah satu kuasa hukum tersangkan M.Sholeh mengaku akan membuat permohonan agar tidak dilakukan penahanan. “Kami akan membuat surat permohonan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka kades dan perangkatnya,” ujarnya.

Kasus ini, adalah dugaan pungli. Dugaan pungli itu dianggap masih multi tafsir. Sebab program prona sudah disosialisasikan karena tidak semua biaya ditanggung APBN. “Ada beberapa kelengkapan seperti patok, BPHPP. Itu semua akan dibebankan oleh pemohon dan ini sudah disampaikan pemohon dan sudah ada kesepakatan,” imbuh M Soleh.

Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sidoarjo Adi Harsanto saat dikonfirmasi membenarkan 8 tersangka pungli prona masih dalam pemeriksaan. @HeriB

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda