Gelandangan Melahirkan Seorang Diri

Trenggalek, BeritaTKP.Com – Seorang gelandangan ditemukan melahirkan bayi perempuan di teras rumah warga di Kabupaten Trenggalek ia melakukan  Proses persalinan dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, menurut informasi, Marni, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 14.00 WIB di teras rumah milik Tofa di Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Menurutnya, gelandangan tersebut diketahui telah berada di depan rumah warga sejak Selasa pagi. Awalnya ia tidak menaruh curiga dengan keberadaan orang tersebut dan diaggap sebagai orang dengan gangguan jiwa biasa. Dikatakan, proses persalinan gelandangan tersebut dilakukan sendiri tanpa bantuan dari warga maupun tenaga medis. Karena warga baru mengetahui kejadian itu setelah terdengar suara tangisan bayi.

“Ibu bayi itu saat ditanya mengaku namanya Inem, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit, Kemudian setelah salat Zuhur itu saya main ke rumah Mbak Mur (istri Tofa) lewat pintu samping, belum lama di dalam rumah tiba-tiba mendengar suara tangis, saya kira kucing, tapi setelah saya tengok ternyata itu bayi, Tali pusarnya kelihatannya juga dipotong sendiri, tidak tahu bagaimana caranya, saya tahu sudah terputus. Kami mau mendekati saja awalnya tidak diperbolehkan sama ibunya. Kemudian ada warga yang memberikan kain untuk membungkus bayinya,” ujar salah satu saksi.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi aparat terkait untuk meminta bantuan. Tim medis dari bidan desa, polisi serta TNI langsung memberikan pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek guna proses perawatan lebih lanjut.Selanjutnya Bayi yang dilahirkan oleh seorang gelandangan akan diserahkan ke UPT Panti Sosial Asuhan Balita Sidoarjo. Itu akan dilakukan bila tidak ada keluarga yang mengakui.

Hingga kabar tersebut terdengar di telinga bupati trenggalek Emil Elestianto Dardak, ia juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan dinas sosial, aparat kepolisian, TNI dan warga, dalam membantu penanganan seorang gelandangan yang melahirkan seorang diri di teras rumah warga.

“Jam 12 tadi malam saya sudah menjenguk ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk melihat kondisi dari bayi tersebut, saya tadi juga mengazani langsung. Terimakasih kepada perawat, dokter, dinas sosial, polisi, TNI dan semua pihak yang sudah bergerak cepat, Untuk ibunya juga sehat, yang bersangkutan dirawat di ruang khusus untuk pasien yang mengalami masalah kejiwaan,” ujar Bupati Emil.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengaku pihaknya melacak keberadaan keluarga gelandangan yang melahirkan di teras rumah warga bernama Tofa, di Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung, Desa Karangsoko. Selain itu seluruh instansi berwenang di Trenggalek telah melakukan proses penanganan cepat, dengan membawa ke rumah sakit untuk perawatan ibu dan bayinya.

Dari penelusuran sementara, gelandangan tersebut diketahui bernama Malikah, warga Dusun Paren, DesaKetangi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Rencananya pihak keluarga akan melakukan penjemputan ke Trenggalek.

“Mulai kejadian itu, aparat kepolisian maupun dinas sosial terus berupaya melacak identitas maupun keberadaan keluarganya. Hasilnya cukup bagus dan saat ini sudah diketahui, Jadi namanya bukan Inem seperti pengakuan yang bersangkutan kemarin ya. Hari ini akan dijemput, tapi sebelum diserahkan, polisi dan instansi terkait akan melakukan kroscek terlebih dahulu status hukum dan lain-lainnya,” imbuh  Bupati Emil Dardak.

“Jadi namanya bukan Inem seperti pengakuan yang bersangkutan kemarin ya. Hari ini akan dijemput, tapi sebelum diserahkan, polisi dan instansi terkait akan melakukan kroscek terlebih dahulu status hukum dan lain-lainnya,” ujar Emil.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi mengatakan, sebelum diserahkan rencananya kepolisian dan dinas sosial akan berusaha semaksimal mungkin untuk melacak keluarga gelandangan tersebut. “Informasi yang kami dapat, nama gelandangan ini Inem, usia 38 tahun, alamat Desa Ketangi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Namun saat ditelusuri dinas sosial, belum membuahkan hasil,” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku belum bisa mendapatkan data rinci terkait data kependudukan maupun keluarga, mengingat yang bersangkutan masih belum bisa dimintai keterangan dengan jelas. Kepada petugas Inem sempat mengaku diusir oleh keluarganya. “Tapi tidak jelas siapa yang mengusir dan dimana dan bagaimana prosesnya. Kami masih menunggu kondisinya stabil dulu, baru nanti akan dimintai keterangan lagi,” imbuhnya.

Supadi mengaku, proses identifikasi Inem tidak bisa dilakukan tergesa-gesa, sehingga pihaknya juga belum bisa memastikan apakah ibu bayi tersebut mengalami gangguan jiwa atau hanya gelandangan. Dikatakan, apabila segala upaya pelacakan keluarga tidak membuahkan hasil, dinas sosial dan kepolisian akan menyerahkan bayi tersebut ke UPT PSA Balita Sidoarjo guna dilakukan pengasuhan dan perawatan lebih lanjut.  @beatriz