Usaha Kecil Menengah Kripik Tempe

Blitar, BeritaTKP.Com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar dalam memaksimalkan produk olahan makanan didaerah setempat,agar dapat terwujud perkembangan dan peningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat khususnya Kabupaten Blitar. Produk unggulan yang sering ditemukan Kerajian tangan, makanan olah maupun batik dan lainnya. Untuk makanan olahan banyak dipasarkan dari Home Industri seperti Jenang,Keripik berbagai macam olahan dari tempe maupun buah,semua ini sebagai oleh-oleh juga camilan pendamping acara keluarga.

Produk olahan makanan yang ada sekarang ini berbagai macam olahan seperti dari Kripik Tempe, Sari Dele maupun tempe , disini olahan makanan Kripik Tempe terbuat dari kedelei yang dipisahkan dari kulit dan campur tepung tapioca.  Home Industri Rumahan Kripik Tempe merupakan camilan yang terbuat dari Kedelei dan tepung tapioka yang dibuat tangan Bapak Erwan Jatmiko bersama istrinya Hariyawati di Kelurahan Srenggat dijalan Jagalan  RT 03/RW 01 Kecamatan Srenggat. Home Industri produk olahan makanan kripik tempe kuran lebih sudah 5 tahun sejak 2011.

Proses pembuatan olahan makanan kripik Tempe,dari kedelei yang sudah dipisahkan dari kulitnya dan dicampur tepung tapioka ,dimasukan ke dalam plastic dan diamkan semalaman. Keesokan harinya tempe dipotong tipis secara manual. Keesok harinya digoreng dan setelah dingin dimasukan kedalam plastic kemasan. Dalam pembuatan produk olahan makanan Kripik Tempe, Sari Dele maupun tempe Erwan Jatmiko, di bantu 2 orang pekerja yang masih tetangga desanya sendiri, memulai usaha Olahan makan Kripik Tempe.

Saat diwawancarai Erwan Jatmiko oleh Media Berita TKP pada awalnya belajar dari malang cara untuk pengelolaan maupun pembuatan olahan makanan kripik tempe maupun tempe. Setelah beberapa minggu belajar akhir kembali ke Blitar untuk mencoba membuat olahan tempe maupun makanan kripik tempe. Awalnya mencoba 5 kilogram kedelei untuk pembuatannya, akhirnya dari usaha yang dimana penjualannya meningkat pesat. Sekarang mencapai 60 kilogram per-hari dalam pembuatan pengelolaan kripik tempe. Sementara pemasaran kripik tempe masuk wilayah Malang dan Blitar tetapi tidak itu saja pesanan juga kerabat dekat di Jakarta.

Diwaktu Lebaran/Idul Fitri kemarin permintaan dapat mencapai 100 %, pada hari biasa permintaan ada aja. Permintaan Kripik Tempe sudah masuk Kediri tetapi terkendala tenaga dan masih manual pada proses pengirisan tempe. Kemungkinan akan diusahakan agar dapat memenuhi permintaan.Untuk harga Kripik Tempe per 250 gram di jual dengan harga Rp 12.500,- dan 500 gram Rp 25.000,- dan juga ada rasa Original, Pedas dan Jagung Bakar.

Bapak yang mempunyai 2 anak ini memutuskan untuk membuat produk olahan makanan Kripik tempe,Tempe maupun Sari Dele yang dibantu seorang istri dengan penuh Kesabaran,Keuletan,tekad yang kuat dan hasilnya Kripik tempe,Tempe dan Sari Dele buatannya di minati banyak orang,”ujarnya.

Lanjut Erwan Jatmiko berharap agar produk olahan makanan rumahan ini dapat dikenal dan menjadi produk unggulan di kabupaten maupun diminati luar daerah. Bersyukur bilamana produk olahan makanan rumah semakin dikenal dan banyak pesanan didalam kota, luar kota maupun luar daerah ,sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga mengurangi angka pengangguran. Pemasaran juga tidak lepas dari keikut-sertaan Disperindang Kabupaten Blitar untuk pengenalan produk olahan makanan khas daerah Blitar disetiap event Propinsi maupun Nasional. Sehingga produk olahan makanan yang ada di Kabupaten Blitar dapat dikenal luas oleh daerah lain,”ungkapnya. (fm )

 

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda