3 Korban Miras Oplosan Alami Gangguan Penglihatan, Polres Tulungagung Dalami Kasus

Tulungagung, BeritaTKP.Com – Tiga dari 11 korban keracunan minuman keras (miras) oplosan yakni Rizki warga Kelurahan Tertek, Sugianto dan Agus Basuki warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungangung, masih dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung mengalami gangguan penglihatan.

Tak hanya itu para korban juga masih mengeluh pusing serta mual, “Kondisi pasien mengeluh mual dan pusing, kemudian matanya kabur. Kami masih menunggu pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata,” uajar Kepala Ruang Bogenvil RSUD dr Iskak.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh perawat, korban Rizki termasuk yang paling parah, karena belum bisa melihat secara jelas objek yang ada ditunjukkan di depan matanya. Korban hanya bisa melihat berupa bayangan, Sedangkan untuk Sugianto dan Agus Basuki memiliki perkembangan yang cukup bagus, meskipun penglihatan masih kabur, keduanya sudah mulai bisa melihat objek yang ada di depan matanya.

Dan dari 11 korban keracunan minuman keras oplosan menjalani perawatan terpisah di tiga ruang di RSUD dr Iskak Tulungagung, yakni Ruang Cempaka, Bogenvil serta Ruang Virtual, dan untuk pasien lain yang tidak mengalami gangguan penglihatan kemungkinan hari ini sudah bisa pulang, namun masih menunggu kunjungan dan pemeriksaan dari dokter.

Sebelumnya, 12 korban dilarikan ke rumah sakit sehari setelah melakukan pesta minuman keras oplosan pada pesta hajatan di salah satu rumah warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Kamis (31/8/2017). Dari 12 korban, satu diantaranya meninggal dunia pada, Minggu (3/9/2017) atas nama Agus Setyawan, warga Kelurahan Tertek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Korban mengalami koma sejak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Atas kasus ini Polres Tulungagung mendalami kasus keracunan minuman keras (miras) oplosan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dan 11 orang dirawat di rumah sakit tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priambodo saat ditemui di kantornya, Senin (4/9/2017) mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta orang yang diduga menjual miras. “Penjualnya itu ternyata orang rumahan, bukan toko. Yang bersangkutan sudah kami panggil dan dimintai keterangan,dan untuk para korban hingga saat ini belum bisa dilakukan pemeriksaan, karena masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rencananya proses pemeriksaan baru akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya pulih kembali,”ujarnya.

Sedangkan untuk saat ini polisi juga belum bisa memastikan secara detail zat yang menyebabkan keracunan massal maupun korban tewas, karena saat ini masih menunggu hasil autopsi terhadap salah satu jasad korban yang meninggal dunia. “Autopsi dilakukan oleh Laboratorium Forensik Polda Jatim, saat ini masih belum turun hasilnya,” Pungkasnya. @heriB

Sebarkan Berita