Tiga Anggota BIN Gadungan Yang Tertangkap Tertangkap, Dilepas Polisi

Gresik, BeritaTKP.Com – Polisi mengamankan tiga orang yang mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN) Ketiganya yakni Mawardi (64), Achmad (60), dan Salmin (67), asal Bangkalan, Madura.

Mereka ditangkap usai bertamu di salah satu rumah warga di Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom. Namun penangkapan itu tidak  berlangsung lama. Sebab, polisi melepas ketiganya karena tidak ada korban laporan terkait dengan pengakuan itu. Sementara itu terkait kepemilikan airsoftgun tanpa izin, tidak dilakukan pemeriksaan.

Menurut informasi ketiganya bertamu ke warga dan juga pejabat desa. Mereka mengaku sebagai anggota intelejen. Hanya saja saat ditanya kartu anggotanya, yang diperlihatkan berupa kartu Badan Intelejen Perjuangan (BIP). Melihat ada orang mengaku sebagai BIN, warga kemudian melaporkan ke Polsek Wringinanom dan Koramil Wringinanom.

Hingga Polisi bersama anggota koramil kemudian menggerebek anggota intelejen yang diduga gadungan itu. Ketiganya dibawa ke Kantor Polsek Wringinanom untuk dimintai keterangan. Kanit Reskrim Polsek Wringinanom, Aiptu Yusron mengatakan, ketiganya saat diamankan membawa air softgun beserta 6 amunisi. Selain itu mereka juga membawa kartu identitas sebagai Badan Inteljen Pejuang.

“Kami hanya melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan ketiga orang tersebut selama 1×24 jam dan setelah menjalani pemeriksaan, ketiganya dikirim ke Mapolres Gresik untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan dan juga dimintai keterangan, ketiganya tidak terbukti melakukan pidana. Ketiga orang tersebut juga tidak ada yang melaporakan kepada polisituturnya. Korban tidak ada yang melapor, akhirnya kita hanya tanyai saja,” ujarnya

Mengenai senjata yang mereka bawa, polisi mengklaim ketiganya sudah berizin. Selain itu, membawa air softgun tersebut tidak masuk dalam kategori Undang-undang Darurat. “Itu sudah berizin dan tidak termasuk dalam pidana UU Darurat,” ujarnya.

Menurut pemeriksaan, ketiganya tidak pernah mengaku sebagai anggota lembaga negara apalagi sekelas BIN. Mereka datang ke desa-desa hanya untuk melakukan pemantauan dan mencari data seperti biasa. @junjung