KPK Sosialisasikan Cegah Kejahatan Korupsi Pada Mahasiswa di Pesantren

0
107

Probolinggo, BeritaTKP.Com – Dalam rangka sinergitas KPK dan perguruan tinggi berbasis pesantren, untuk mencegah tindak pidana korupsi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjobersama rombonganya, berkunjung ke pondok pesantren Nurul Jadid (NJ) di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam Kedatangan ketua KPK ke ponpes NJ, Agus Rahardjo, bersama rombongan itu langsung disambut pengasuh ponpes NJ yakni KH Zuhri Zaini, dan para pengurunya.

Dalam hal tersebut pihaknya menjelaskan tentang soal aliran dana desa yang saat ini juga telah mengguncang isu tak sedap. Sebab, lahirnya UU No. 6 tahn 2014 tentang desa, memberi jaminan yang lebih pasti. Dengan itu, mahasiswa turut mengawal dan mengawasi pengelolaan dana desa yang diterima setiap desa dari pemerintah.

Atas hal ini KPK melakukan pengenalan kepada mahasiswa dampak dan buruknya korupsi yang menjadi kejahatan yang luar biasa, yang telah menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, politik, hukum, pemerintahan dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini.

Agus Rahardjo, Ketua KPK sebetulnya generasi bangsa utamanya di dunia pendidikan dan mahasiswa karena mereka yang membentuk karakter dan membentuk moralitas, itu menjadi unsur yang penting untuk turut serta mengawal dan memberantas tidak pidana korupsi.

“Yang jelas kita juga pasti membutuhkan bantuan dari para mahasiswa ini. apalagi saat ini dana sudah mulai turun ke desa. Kami berharap mereka bisa berperan di Desa, Kecamatan dan di Kabupatennya masing-masing. Karena KPK tidak bisa masuk ke Desa, sesuai kewenangannya. Tujuan kita bagaimana secara bersama-sama mencegah korupsi,” jelas Agus Rahardjo, kepada wartawan usai kegiatan tersebut.

Agus mengimbau, agar semua elemen masyarakat dimanapun berada, untuk tidak segan-segannya melapor jika menemui suatu kejahatan yang bersifat merugikan uang negara yakni korupsi. Pihak KPK selalu siap menampung laporan dari siapapun untuk memberantas kejahatan korupsi.

Sementara itu KH Abd Hamid Wahid, Rektor IAI Nurul Jadid Paiton menjelaskan, melalui stadium general ini diharapkan menggugah kesadaran dunia pendidikan dan mahasiswa di pesantren, terlbat aktif dalam proses pembangunan yang transparan dan akuntabel tanpa korupsi.

“Mahasiswa dan siswa di bawahnya merupakan pewaris bangsa terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Dunia pendidikan harus turut serta mencegah korupsi dan ikut membangun budaya anti korupsi di negeri ini,” ujarnya. @ridwan