Masyarakat Bina Samudra Lepaskan Ratusan Anak Penyu

0
123

Blitar, BeritaTKP.Com  – kelompok nelayan yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Bina Samudra dimana kelompok tersebut peduli pelestarian hewan purba yang dilindungi melakukan pelepasan Sebanyak 500 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Serang, Blitar.

Anak penyu tersebut merupakan hasil konservasi kelompok nelayan tersebut , “Kami rutin melepaskan tukik setiap tiga bulan. Ini merupakan hasil konservasi kelompok nelayan di sini supaya tidak punah,” kata Lurah Serang Dwi Handoko Pawiro.

Pelepasan tukik penyu selalu dilakukan pada sore hari. Tampak banyak sekali pengunjung yang berminat melepasliarkan tukik-tukik tersebut. Tak hanya orang tua, anak-anak juga banyak yang ikut serta.

Pantai Serang salah satu lokasi pendaratan penyu yang akan bertelur. Ada tiga jenis penyu yang ditemukan sering mendarat dan bertelur. Antara lain penyu hijau (Chelonia Mydas), penyu lekang ( Lepidochelys Olivacea) dan penyu sisik (Eretmochelys Imbricata) dan Tukik yang dilepas ini, tukik yang masa penangkarannya sekitar 40 sampai 50 hari.

Dalam hal ini Handoko menjelaskan bahwa tahun ini telur penyu yang bisa diselamatkan sangat banyak. Ini karena tingkat kepedulian masyarakatnya akan kelestarian hewan purba yang dilindungi ini makin tinggi dan Paling banyak didapat itu telur dari penyu hijau. Kami bisa dapat sampai 140 selama tiga bulan ini.

Ia juga mengukapkan untuk melepasliarkan tukik, pihaknya mematok harga donasi kepada pengunjung yang ingin berkontribusi dalam penyelamatan penyu tersebut. Donasi ini diperuntukkan untuk kelanjutan konservasi binatang laut yang hampir punah tersebut.

“Ada donasi sebesar Rp 50 ribu bagi pengunjung yang berminat melepas Tukik. Memang sempat menjadi bahan perbincangan. Donasi itu semua untuk kegiatan konservasi ya. Dari telur misalnya, pokmas itu selain menemukan sendiri, juga mengganti telur yang ditemukan warga lain. Satu telur dihargai Rp 2.000 Dan uang hasil donasi juga untuk menambah dan memperbaiki fasilitas penangkaran,” ujarnya. @frins