Tak Beri Ampun, Polisi Tembak Mati Bandit Jalanan Di Surabaya

0
170

Surabaya, BeritaTKP.Com – Seakan tak menggubris peringatan para pelaku kejahatan masih saja bertindak, polisi masih saja banyak menangkap mereka, bahkan menembak mati mereka dan yang terbaru, polisi menembak mati dua pelaku curanmor. Mereka ditembak mati karena melawan dengan senjata tajam saat ditangkap polisi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa Ini peringatan bagi semua penjahat di Surabaya, ”Ojo neko-neko. jangan main-main di kota Surabaya. Kami akan melakukan penangkapan, bila tidak menyerahkan diri, ini akibatnya,” ujarnya.

Dalam hal ini sudah ada 4 penjahat yang ditembak mati oleh Polrestabes Surabaya selama 2 bulan terakhir. Berikut daftarnya,

  1. 27 Agustus 2017, seorang bandar narkoba bernama Sendi Davidson (32), warga Jalan Ikan Cakalang, Waru Tambakrejo, Sidoarjo dikirim ke akhirat. Sendi merupakan pengembangan dari tertangkapnya Melisa (27), warga Kedungrejo Jabon Sidoarjo dan Mizar Ade Irawan (22), asal Ngoro Mojokerto. Sendi melawan dengan parang saat ditangkap polisi di Prigen, Pasuruan.2. 19 September 2017, seorang pelaku curnamor bernama M Umar alias Husni (34), warga Jalan Wonosari Tegal, Semampir ditembak mati. Residivis yang baru saja bebas pada Mei 2017 kemarin itu ditembak mati saat mengendarai motor hasil curian. Umar melawan petugas menggunakan parang.

    3. 26 September 2017, dua pelaku curanmor ditembak mati. Mereka adalah Rusli, warga Jalan Simomulyo Baru, Sukomanunggal dan Muzen, warga Jalan Karangasem, Ploso, Tambaksari. Mereka berdua melawan polisi menggunakan clurit dan pisau penghabisan.

Dua pelaku curanmor ditembak mati. Keduanya ditembak mati karena melawan saat ditangkap. Jenazah mereka terbujur kaku di kamar mayat RSU dr Soetomo, Dua orang pelaku curanmor inisial R dan M dengan modus pepet rampas, melakukan perlawanan pada dua anggota yang menghadang mereka seusai melakukan aksi. Pelaku yang berboncengan melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

Sebelumnya, dua pelaku tersebut telah melakukan aksinya di tiga tempat di Surabaya, antara lain di Jalan Manukan Krajan, Waduk Prium Pondok Maritim Wiyung, dan di desa Rejosari, Benowo dengan modus pepet rampas. Kali ini, pelaku melakukan aksinya dengan merampas motor.

Menurut Iqbal, kedua pelaku tadinya hendak dilumpuhkan dan ditangkap hidup-hidup. Namun karena pelaku melawan, petugas melakukan SOP-nya. “Kami sudah melakukan SOP, mengingatkan dengan tembakan ke atas. Alih-alih menyerahkan diri, pelaku malah melakukan penyerangan. Ketika pelaku mengancam nyawa petugas, dan atau masyarakat lainnya, kami melakukan tindakan tegas walaupun sampai meninggal,” lanjut Iqbal.

Dalam hal ini barang bukti yang diamankan polisi antara lain satu buah clurit besar, dua buah HP dan satu buah tas berisi narkoba milik pelaku. “Ini semua berkat ketelitian, kejelian, dan fighting spirit resmob untuk mengamankan kota Surabaya,” tambahnya.

Sebelum ini, polisi juga menembak mati seorang pelaku curanmor. M Umar alias Husni (34), warga Jalan Wonosari Tegal, Semampir. Umar adalah seorang residivis yang baru saja bebas pada Mei 2017 kemarin.Umar pada 2015 diamankan karena telah melakukan pencurian motor sebanyak 8 kali di wilayah Genteng dan beberapa kali di wilayah Wonocolo. Setelah bebas pada Mei kemarin, Umar mengulangi perbuatannya beberapa kali sebelum akhirnya ditembak mati. @red