Eksekusi Lahan Tanah dan Bangunan di Kedungrejo Menuai Perlawanan

0
102

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Warga dari puluhan KK itu tak mau lahan yang diakui mereka dibeli dan bersertifikat itu dikosongkan secara paksa dalam Eksekusi lahan seluas 0,118 ha di RT 10 RW 03 Desa Kedungrejo Kec. Waru hingga hal tersebut membuat kericuhan.

“Kami menempati ini dulunya membeli dan lahan ini juga bersertifikat. Ini buktinya sertifikat yang kami miliki dengan keabsahan ada logo garudanya lengkap dan sebagainya,” teriak salah satu warga.

Para warga pemilik rumah yang menempati lahan tidak bersedia meninggalkan lahan berperkara nomor : 05/eks/2017/PN.Sda antara Suwarni (pemohon eksekusi) melawan Sdri. Saudah/ny. Mansur, dkk (termohon eksekusi) tersebut.

Dalam hal ini Setelah aparat kepolisian meredam dan merayu warga yang termohon. Sempat para warga meradang dan menolak untuk meninggalkan blokade penghadangan, akhirnya para warga bersedia mengosongkan rumahnya.

Hadirnya polisi disini, berguna agar eksekusi berjalan lancar dan warga yang lahan dan rumahnya akan dieksekusi, jangan sampai ada yang tersakiti secara fisik “Aparat kepolisian tugasnya mengamankan jalannya eksekusi. Bukan membatalkan eksekusi. Yang mempungai kewenangan membatalkan eksekusi pihak pengadilan, Jadi saya berharap, jangan warga melakukan perbuatan yang tidak diinginkan,” redam Kapolsek Waru Kompol H. M Fathoni kepada warga.

Chandra Kuasa Hukum penggugat atau pemenang gugatan menyatakan melaksanakan keputusan sidang di PN Sidoarjo yang dimenangkannya. Lahan ini harus dikosongkan karena sudah menjadi hak penggugat. Disinggung lahan tersebut akan dijadikan apa, Chandra menyatakan belum mengetahui. “Kami belum mendapatkan konfirmasi lahan ini selanjutnya untuk dijadikan apa,” tandasnya.

Sementara itu Saat jurusita membacakan surat keputusan Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo mendapatkan sangkalan dari pihak termohon beserta Atet Sumanto kuasa hukum termohon. Atet Sumanto menayakan kepada pihak juru sita PN Sidoarjo tentang surat kuasa dari pemohon yg mana di penetapan yang dibacakan atas nama Suwarni yg mana pemberi kuasa sudah meninggal dan Atet Sumanto menilai bahwa penetapan eksekusi dari PN cacat hukum. “Penetapan PN Sidoarjo ini cacat hukum,” ujar Atet Sumanto. @lutfi