Polisi Bekuk Petugas PLN Gadungan

0
88

Surabaya, BeritaTKP.Com Saat ini masyarakat hasrus lebih berhati hati kepada petugas dari pihak/ instansi apapun karena kejahatan saat ini banyak menuangkan modus, seperti yang dilakukan oleh M Tohir (41), ia dilaporkan polisi lantarn telah menjadi petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) gadungan.

Berawal saat pelaku yang sehari-hari memang bekerja sebagai tukang intalasi listrik, mengaku dapat memindahkan tiang listrik yang ada di depan rumah korban karena dirinya petugas PLN, namun hal itu ia meminta syarat kepada para korbannya yakni harus membayar uang sebesar Rp 14 juta.

Dan sebagai uang muka atau tanda jadi, korban pun memberikan uang Rp 7 juta melalui transfer ke rekening milik pelaku. Pembayaran sisanya ketika pemindahan tiang listrik selesai namun hingga dua bulan, dua tiang yang ada di depan rumah korban tidak kunjung pindah, atas hal tersebut ia dilaporkan oleh warga ke Polsek Simokerto.

Dihadapan petugas, pelaku mengakui perbuatanya ia juga mengatakan bahwa uang yang diberikan korban, sudah dibuat foya-foya dan tersisa Rp 500 ribu, Saya janji dalam dua minggu tiang listrik itu bisa pindah. Uangnya habis untuk karaoke bersama purel,” akunya.

Kapolsek Simokerto Surabaya, Kompol Masdawati Saragih mengungkapkan bahwa sebelumya pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor milik tetangganya, ” Pelaku ini datang kepada korban dengan menggunakan baju dan topi yang ada logo PLN dan tersangka mengaku sebagai karyawan PLN,Saat itu juga tersangka berkata kepada korban bahwa dirinya bisa memindahkan dua tiang listrik tersebut, asalkan korban bersedia membayar biaya pemindahan yakni sebesar 14 juta rupiah,” ungkapnya.

Tak ayal, usai dilaporkan ke Polsek Simokerto pada Rabu, 27 September 2017 pukul 19.00 WIB, pelaku akhirnya dibekuk saat kembali lagi ke daerah Tambak Wedi Surabaya. Atas kasus ini, pelaku dikenai Pasal 372, 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar slip setoran, kwitansi penyerahan uang sejumlah Rp 7 juta, baju dan topi PLN serta sisa uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 500 ribu. @lutf