Dianggap Meresahkan Warga, Investasi Penyertaan Modal PT RHS Blitar Ditutup OJK

Blitar, BeritaTKP.Com  – Berdasarkan laporan warga yang resah dengan bisnis penyertaan modal yang mereka tawarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup usaha investasi PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS Group) Blitar, Hal ini disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Pusat, Tongam Tobing.

Menurut Informasi, PT RHS Group dikenal sebagai perusahaan yang berawal dari supplier bahan bangunan. Alamatnya di Dermojayan, Jl Raya Kediri No 1, Srengat Kabupaten Blitar.Bisnis yang beroperasi sejak tahun 2012 ini disinyalir telah menghimpun dana sampai sekitar Rp 6 miliar. Dana itu didapat dari sebanyak 450 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dijelaskan bahwa PT RHS , punya tiga jenis produk. Pertama penyertaan modal saham yang memberikan bunga 5% dalam sebulan. Kedua arisan umrah, dimana peserta 1,2,3 saja yang menyetorkan dana selebihnya gratis. Ketiga arisan sepeda motor yang sistemnya juga sama.

“Hari ini kami tutup usaha PT RHS atas kegiatan pengumpulan modal usaha tanpa izin, Kami menemukan bisnis ini tidak lazim dan pelanggaran Undang-Undang karena berpotensi merugikan masyarakat luas. Dari mana uang dia dapat, artinya dari peserta baru. Ini skema Piramida yang harus diwaspadai. Oleh karena itu satgas waspada investasi turun langsung walaupun belum ada korban,” ujar Tongam Tobing.

OJK berpesan agar masyarakat yang ingin berinvestasi memegang kunci 2L. “Yang mau investasi harus pegang 2L. Yakni Legal dan Logis. Pastikan usaha itu sudah berizin resmi dan logis jumlah bunga yang ditawarkan,” ungkapnya. Bagaimana cara mengetahui sebuah usaha itu legal atau tidak ? “Gampang hubungi saja OJK di 1500655. Ingat ya, bunga 5% sebulan itu menyesatkan,” tegas Tongam.

Penutupan usaha ini juga diketahui pejabat berwenang setempat. Seperti kepolisian dan pejabat yang mengeluarkan izin usaha dagangnya dari Pemkab Blitar. “Ditutup dalam arti dia tidak boleh menerima anggota lagi. Dan kalau ada anggota yang minta uangnya kembali, maka tanggung jawab dia pribadi harus mengembalikannya,” pungkasnya.

Sementara itu pemilik usaha PT RHS Moh Ainur Rofiq menyatakan siap menjalankan instruksi dari OJK Pusat Pengakuan Rofiq, mereka menyertakan modal minim Rp 2 juta, dalam sebulan akan mendapat keuntungan Rp 100 ribu. Selama ini, dia menerapkan sistem kontrak setiap tahun dengan modal yang disertakan minim Rp 2 juta maksimal Rp 500 juta.

“Kami tadi mendapat petunjuk dari OJK, untuk anggota yang solid kami akan bentuk badan usaha baru berupa koperasi. Tentunya, kalau pembagian hasil selama ini 5% per bulan, nanti akan disesuaikan dengan aturan koperasi,” ungkapnya. @firns