Pengurus Panti Asuhan Cabuli 9 Anak Asuhnya Dituntut 15 Tahun Penjara

Surabaya, BeritaTKP.Com Masih mengingat kasus bejat pencabulan yang dilakukan Alyuda Djojo Soemitro alias Gepeng (34) akhirnya membawanya ke kursi pesakitan PN Surabaya, Rabu 22/11/2017.

Terdakwa tercatat sebagai warga Jalan Karang Empat, Surabaya. Namun ia ngekost di Jl Pucang Jajar Utara. Dia sudah bekerja di panti asuhan yang berpusat di kawasan Surabaya timur itu selama 13 tahun. Terdakwa ditangkap polisi setelah mendapat laporan dari pihak yayasan, kini ia terancam dihukum 15 tahun penjara.

Saat di interogasi penyidik, Terdakwa mengaku telah menyetubuhi anak-anak panti asuhan yang telah dirawatnya sejak bayi itu secara bergiliran sejak dua tahun belakangan. Kini para korban pencabulan itu dititipkan di sebuah yayasan lain.Selama dua tahun itu terdakwa mengaku melakukan pencabulan seminggu dua kali di delapan lokasi berbeda. Misalnya hotel, tempat kost, bahkan di depot tempat dirinya dipekerjakan.

Kini terdakwa Kasus pencabulan 9 anak gadis di bawah umur hari ini, terancam hukuman 15 Tahun penjara Dalam Agenda sidang pembacaan dakwaan tersebut digelar secara tertutup untuk umum dan saat memasuki ruang sidang, terdakwa mengenakan rompi warna merah ciri khas seorang tahanan. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya Yudi Wibowo Sukinto dan Andi Yusuf Maulana.

Ali Prakoso selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menjerat pengurus yayasan panti asuhan Cinta Kasih Teresa (CKT) Jl. Ngagel Jaya dengan dakwaan tindak pidana tentang persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur. Ia Juga didakwa melanggar pasal 81dan 82 Undang-undang Republik Indonesia No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak. “Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” ujar Jaksa Ali.

Ia juga menjelaskan bahwa korban dari Yuda sebanyak 9 anak gadis. Rata-rata berusia 17-21 tahun. Para korban tidak hanya penghuni panti asuhan yang ada di Surabaya, tetapi penghuni panti asuhan yang ada di Batu Malang. Ia juga mengungkapkan bahwa yang sudah disetubuhi oleh terdakwa ada 2 anak, sedangkan 7 anak lainnya berbentuk pencabulan, seperti oral seks. @yanto

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda