Basahi Celana Dalam Bocah SD, Kakek 50 Tahun Dipolisikan

Bojonegoro, BeritaTKP.Com – Kelakuan bejat kakek 50 tahun warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berinesial MN, ia dilaporkan ke pihak yang berwajib lantaran telah mencabuli korban merupakan warga Kecamatan Purwosari, yang baru berusia 6 tahun dan saat ini masih berstatus sebagai salah satu murid sekolah dasar di kecamatan setempat.

Kasus ini terungkap oleh orang tua korban, dimana saat itu pencabulan tersebut dilakukan tersangka pada, Selasa (21/11/2017) sekira pukul 11.00 WIB. Semula pelapor yang juga ibu korban pulang dari bekerja dan bermaksud menjemput korban yang masih disekolah. Sesampainya disekolah ternyata anaknya sudah tidak ada sehingga langsung mencari kerumah.

Ditengah jalan depan rumah LS yang merupakan TKP, melihat anaknya turun dari loteng rumah bersama dengan terlapor MN, Melihat hal tersebut, kemudian ibu korban menghampiri anaknya dan mau diajak kepasar, akan tetapi belum sampai pasar, di tengah jalan korban bilang kalau celana pendeknya basah.

Oleh Ibunya dilihat kemaluannya sudah basah dan berlendir dan Ketika ditanya ibunya, korban mengaku kemaluannya telah diludahi lalu dimasuki jari oleh MN, Setelah mendapatkan cerita dari anaknya, ibu korban selanjutnya melapor kejadian yang dialami anaknya ke Mapolres Bojonegoro guna dilakukan penindakan lebih lanjut.

Setelah mendapat laporan tersebut, tidak butuh waktu lama anggota Piket Reskrim dan Anggota Polsek Purwosari Polres Bojonegoro langsung melakukan penangkapan terhadap MN. Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban anggota Satreskrim langsung melakukan penangkapan di rumahnya. Pelaku diamankan, kemarin siang. “Kejadiannya korban sepulang sekolah langsung diajak ke rumah tersangka,” ujarnya.

Dan saat ini Saat ini terlapor telah diamankan dan telah ditahan di sel tahanan Mapolsek Bojonegoro serta kasusnya ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Atas kejadian tersebut, penyidik dari Unit PPA akan menjerat pelaku dengan Pasal 82 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan sanksi pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 Milliar rupiah. @yun