Tak Mau Tanggung Jawab, Mahasiswa Buang Janin Pacar Di Hotel Varna Tunjungan

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Seperti yang diberitakan sebelumnya, telah ditemukan mayat janin yang tersangkut di saluran pembuangan  air hotel varna tunjungan surabaya, dan akhirnya Pembuang janin di hotel Jalan Tunjungan 51 pada Kamis 16/11/2017 akhirnya terungkap.

Tim anti bandit Polsek Genteng berhasil menangkap pasangan kekasih yang  membuang janin tersebut yakni Rian Renaldo (21) warga Jalan Kebraon Indah Permai I/10 dan I Desak Putu Sekarayu (21)  warga Jalan Sambikerep Indah Timur D4 nomor 29, Surabaya.

Keduanya diketahui masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan swasta di Surabaya selatan, Kapolsek Genteng, Kompol Ari Trestiawan menjelaskan kedua pelaku ditangkap pada Selasa 21/11/2017, Keduanya ditangkap setelah terbukti  melakukan aborsi dan membuang janin saluran pembuangan di Hotel Varna tunjungan.

Dalam kasus ini identitas keduanya diketahui dari data pengunjung tamu dan rekaman CCTV, dugaan tersebut lantas didalami dengan memeriksa data pengunjung hotel dan rekaman CCTV. Khususnya pengunjung yang datang sekitar dua atau tiga hari sebelum janin perempuan tersebut ditemukan.

“Setelah kami mendapati adanya laporan penemuan janin tersebut, kami lantas memeriksa sejumlah saksi dan penyelidikan. Karena janin tersebut terdapat di saluran pembuangan, kami menduga jika pelakunya adalah orang yang ada di hotel tersebut,” ungkap Kompol Ari.

Dan dari rekaman tersebut, pihaknya mendapati pasangan yang menyewa salah satu kamar di hotel tersebut, yakni kamar nomor 12, mereka check in pada Selasa 14/1/2017,  “Setelah kami amati rekaman cctv, kami mendapatkan sesuatu yang mencurigakan. Sebab kedua tersangka ini menyewa hotel selama tiga hari (14-16/11,red). Namun sehari sebelum sewanya habis, mereka sudah check out,” lanjut Ari.

Dan akhirnya atas data tersebut polisi memeriksa identitas keduanya lewat buku tamu. Setelah mendapatkan identitas, polisi lantas melakukan penyelidikan di rumah keduanya. Ternyata di rumah Sekarayu, polisi mendapatkan informasi jika ia sedang berada di rumah sakit, “Setelah kami kroscek, tersangka perempuan (Sekarayu,red) mengalami pendarahan. Dari sanalah, kedua tersangka ini tak bisa berkelit dan mengakui perbuatannya,” imbuhnya.

Dalam kasus ini tersangka menjelaskan tentang proses aborsi yang dilakukanya bersama kekasihnya yakni  Sekarayu dilakukan dengan menelan pil, Pil dengan merk Inflaco dan Pastinol tersebut diminum dua kali dengan dosis dua butir satu kali minum, tersangka menelan dua kali, berarti empat butir sebelum akhirnya ia merasa perutnya sakit. Setelah itu, tersangka ke kamar mandi dan disanalah ia mengeluarkan janin perempuan tersebut.

Dan untuk menghilangkan jejak, tersangka Sekarayu menghanyutkan janin tersebut ke kloset. Hal inilah yang membuat kloset tersumbat sebelum akhirnya janin tersebut ditemukan oleh pegawai hotel.

Sementara itu, menurut pengakuan Mahasiswa semester V tersebut memperoleh pil penggugur tersebut melalui penjualan online dan untuk saat ini, polisi masih melakukan penyelidikanlantaran tersangka juga mengaku meski dibeli lewat online namun penjualnya sempat mengantarkan pil tersebut secara langsung.

Tersangka juga mengaku bahwa dirinya nekat melakukan hal itu lantaran belum siap menjadi bapak. Sebab baik dia dan Sekarayu sama-sama masih kuliah. Intinya, ia tak ingin bayi tersebut lahir. Pelakupun merencakan pengguguran tersebut. “Saya membeli pil penggugur lewat online, dan memesan tiket hotel lewat online juga. Setelah semua siap, saya ajak kekasih saya untuk melakukan itu,” ungkap Rian.

Ia juga mencertakan bahwa dirinya dan Sekarayu sudah saling kenal sejak empat tahun lalu. Hanya saja, mereka baru berpacaran sejak setahun lalu. Saat berpacaran itulah, keduanya sering berhubungan intim, hingga akhirnya Sekarayu diketahui sudah hamil lima bulan, “Setelah mengetahui dia (Sekarayu,red) hamil, saya panik dan meminta untuk menggugurkan janin tersebut,” tandasnya.

Atas perbuatanya tersebut kedua tersangka harus merelakan masa mudanya di balik sel tahanan lantaran keduanya dijerat dengan pasal 341,342,346 KUHP tentang tindakan aborsi dengan ancaman tujuh tahun penjara. @mulyd/lutf

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda