Buronan Perampasan Nyerah Setelah Kehabisan Bekal

Surabaya, BeritaTKP.Com – Rendy Putra Pamungkas (25) pemuda yang keseharianya bekerja sebagai tukang loundry tersebut menjadi buronan setelah terlibat kasus kasus perampasan di Surabaya dan kini Pria yang tinggal di Jalan Kembang Kuning I,Surabaya itu diringkus setelah buron selama sebulan.

Kompol Lily Djafar selaku Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi menjelaskan, penangkapan terhadap Rendy dilakukan pada Selasa 21/11/2017,  Dia ditangkap saat pulang ke rumahnya. Menurut Lily, keberdaan Rendy sudah diintai, sebab sebelumnya, dia berhasil lolos saat akan ditangkap. “Setelah mengetahui tersangka pulang, kami menangkapnya,” ungkap Kompol Lily.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, dalam menjalankan aksinya, Rendy tak sendirian, ia dibantu oleh tiga temannya dan tiga temannya tersebut sudah terlebih dulu ditangkap. Dua komplotannya diringkus di Polsek Genteng dan satu pelaku disergap Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Modusnya, Rendy dan tiga temannya berkeliling berboncengan mengendarai dua sepeda motor, “Tersangka Rendy biasanya sebagai joki dan bertugas sebagai pengipas. Hal ini dilakukan agar komplotannya mendapatkan celah untuk kabur dari kejaran korban,” imbuh lily.

Mereka biasa berputar-putar di kawasan Jalan Nginden dan sejumlah lokasi lain untuk mencari target. Sasarannya adalah pengendara wanita sendirian yang sedang membawa tas, Setelah menemukan target, keempatnya membagi tugas. Dua pelaku memepet korban dan bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan dua pelaku lain, termasuk Rendy berada di belakang. Dia bertugas sebagai penghalang jika ada pengendara yang di belakang mengetahui aksinya. Selain itu, menghalangi korban jika mereka mencoba mengejar.

Dalam kasus ini Rendy mengaku sudah tiga kali melakukan aksinya dan setiap beraksi dia hanya bertugas sebagai pengipas saja, ia mengatakan hasil rampasannya biasanya berupa uang dan handphone (HP).

“Jika ada uangnya, kami bagi. Sedangkan jika ada HP, kami jual dulu, setelah itu uang hasil penjualan dibagi sama rata. Namun, jika hasilnya sedikit, uangnya tak dibagi melainkan digunakan untuk karaoke dan pesta miras,” ungkap Rendy saat diperiksa penyidik.

Dia menjelaskan, setelah mengetahui temannya tertangkap, dia panik. Sebab dia yakin jika temannya tersebut akan membongkar identitasnya. Kemudian, ia memutuskan untuk kabur ke Madura. Di sana ia tinggal dengan salah satu temannya.

“Namun karena tak ada kerjaan, saya kehabisan bekal dan memutuskan untuk pulang. Ternyata begitu sampai di rumah saya sudah disanggong polisi,” terangnya.

Dari penangkapan Rendy, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Motor Suzuki Satria warna hitam dengan nopol B 6229 VCK. Motor inilah yang biasa digunakan Rendy sebagai sarana melakukan perampasan.(yua/no)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda