Tak Kapok Jadi Residivis, “Emak-Emak Jaman Now” Dibeluk Polisi Lagi

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Dimedia sosial kini semakin banyak kaum kaum sosialita yang sering memamerkan barang modis braded dan mahal miliknya, mungkin itulah yang menjadi motivasi Isti Rahayu, (47) warga Jalan Larangan RT 08 RW03 Krikilan, Gresik.

Wanita yang bisa di bilang “emak-emak jaman now (serkarang *red.)” tersebut hobby menghabiskan uangnya dengan belanja bahkan ia juga hobby melimitkan kartu kredit namun bukan kartu kredit suami atau miliknya sendiri melainkan kartu kredit orang lain.

Karna hobby tersebutlah hingga akhirnya ia dijebloskan ke sel tahanan, sebelumnya Isti menjadi target operasi polisi di sejumlah kota, termasuk Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran menjadi spesialis pencurian tas lintas kota. Isti juga yang mencuri tas dan membelanjakan kartu kredit milik Toh Vera Merdiani, 45, warga Jalan Virgo nomor 8 saat berada di warung bakso di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.

Penangkapan Isti dilakukan pada Kamis (23/11). Dia ditangkap di rumahnya saat bersiap melakukan aksinya kembali. Identitas Isti diketahui setelah polisi mengantongi rekaman CCTV di sejumlah lokasi yang digunakan Isti beraksi, Di antaranya, warung bakso Jalan Dukuh Kupang. Coffe Toffe di kantor Pos depan Grahadi dan Resto Carnivor Jalan Bali, Surabaya.

Setelah diamankan dan diperiksa catatan kriminal Isti. Polisi mengetahui jika tersangka merupakan pemain lama. Sebab sebelumnya ia sudah pernah ditangkap atas kasus yang sama, alias residivis pencurian tas. Isti mengakui jika mencuri sudah menjadi pekerjaan. Ia menggunakan uang hasil curiannya untuk bersenang-senang saja. Mulai jalan-jalan, hingga membeli barang branded. Padahal Isti masih memiliki suami yang menghidupinya.Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti yakni satu unit HP, sepatu, baju yang digunakan untuk beraksi, jam tangan. Sedangkan kalung emas yang ia beli dari kartu kredit sudah dijual kembali.

Dalam aksinya Isti berkeliling di sejumlah tempat di Surabaya dengan naik angkot. Jika keluar kota, dia menggunakan kereta. Sebab Isti diketahui tidak hanya beraksi di Surabaya saja, melainkan di Jakarta dan Jogjakarta. Sasaran tempat yang ia kunjungi adalah tempat nongkrong, seperti coffe shop. Setelah tiba di suatu tempat, ia beputar-putar mencari target. Sasarannya adalah korban yang meletakkan tasnya dan sibuk mengobrol atau bermain gadget.

Setelah memastikan korban lengah, ia berdiri di dekat tas dan berpura-pura membuka handphone (HP). Kemudian dia  mengambil tas atau dompet korban dan kabur. Modus inilah yang digunakan Isti untuk beraksi di sejumlah tempat. dan Setelah mendapatkan tas, bisanya ia memeriksa isi tas tersebut. Jika isinya HP, maka ia akan menjualnya. Sedangkan jika ada kartu kredit, tersangka akan membelanjakannya. Seperti saat ia mencuri kartu kredit milik korban Vera. Tersangka menggunakan kartu kredit tersebut untuk membeli kalung emas. Hal ini ia lakukan untuk menghilangkan jejak. @lutf