4 Anggota LSM Ganass Sidoarjo Terjaring Operasi Sikat Semeru

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – 4 orang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ganass (Gerakan Anak Sidoarjo Setia) diamankan oleh polisi dalam Rangkaian operasi sikat Semeru 2017 di Polresta Sidoarjo hal itu dilakukan lantaran Mereka terbukti melakukan kegiatan premanisme terselubung dan terorganisir yang dikemas dalam organisasi tertentu hingga mengakibatkan kerugian.

Polisi melakukan penangkapan kepada 4 pelaku, Chamim Putra Ghafur warga hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV) Jati Sidoarjo, H. Amak Junaidi warga Perumahan Puri Indah Suko Sidoarjo, Samian alias Gondrong warga Mojojejer Jombang dan Dwi Kurniawan alias Menyuk warga Tebel Barat Gedangan ini karena ada perencananya, inisiator, pelaksana sampai dengan adanya permintaan melakukan pembayaran uang pengecoran.

Dalam hal ini polisi juga mengamankan sejumlah Barang bukti berupa flash disk, mobil molen, dan sejumlah bukti percakapan di WhatsApp berunsur pemerasan. Sangat jelas sekali dan itu melanggar UU ITE.

Pengamanan ke empat anggota LSM Tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat, “Mereka berunjuk rasa menyoroti terkait saluran pembuangan limbah di PT Sekar Laut Group yang terhubung langsung ke Sungai Kemambang Desa Kemiri Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penutupan terhadap 7 titik saluran pembuangan limbah dengan cara penyemenan atau pengecoran,” ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji.

Dalam kasus ini sebelumnya telah dilakukan perencanaan yakni dengan melakukan rapat koordinasi di kantor LSM tersebut. Lalu, dikemas dengan kegiatan unjuk rasa. Tetapi, hal tersebut sudah melampaui kewenangan dan tindakan di luar kepatutan.

Pol Himawan Bayu Aji menuturkan apabila warga ingin menyampaikan aspirasinya atas permasalahan yang ada, bisa dikomunikasikan ke DPRD atau pihak terkait ia juga menanggapi kasus ini bahwa Penutupan saluran limbah tersebut bisa membahayakan perusahaan. Permasalahan warga bisa dikonsultasikan kepihak terkait atau ke DPRD Sidoarjo.

Dalam kasus ini tersangka Amak Junaidi mengaku tidak pernah melakukan pemerasan atau meminta uang kepada perusahaan PT Sekar Laut Group. “Tidak benar itu, mengada-ada namanya,” aku Amak.Namun pengakuan Amak itu dibantah oleh Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Norman Wahyu Hidayat dengan menunjukkan WA Amak kepada perwakilan perusahaan.

Sementara itu Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin menambahkan, tugas pemerintah Sidoarjo adalah mengajak dan mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo secara prosedural.“Semua investor selain memenuhi aturan yang ada di Sidoarjo, mereka juga butuh situasi wilayah yang kondusif dan tidak ada gangguan. Tentunya kalau ada ganggunan, investor akan lari tidak mau menanamkan modalnya di Sidoarjo,” uajrnya.

Dalam kasus ini Wakil Ketua DPRD, Emir Firdaus juga mengujarkan bahwa pihaknya meminta kepada masyarakat Sidoarjo jika menemukan keluhan atau lainnya dipersilahkan untuk melaporkan hal yang dimaksud ke wakil rakyat yang ada di Sidoarjo.“Kan ada DPRD Sidoarjo, silakan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya kesana. Pasti DPRD Sidoarjo akan menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk,” paparnya.

Kepala Bakesbangpol Sidoarjo menegaskan, untuk LSM Ganass, sesuai dengan laporan dokumennya sudah masuk ke  instansinya. “Nanti akan saya cek ulang apakah sudah memenuhi syarat seperti berbadan hukum dari Kemenkumham,” pungkasnya.  @anggit