Simpan Sabu Di Organ Intim,Norlisa Divonis 15 Tahun Penjara

0
159

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Menjadi kurir narkoba adalah kesalahan terbesar bagi Wanita asal Sidoarjo yang tinggal di Malaysia  Norlisa (21), Ia dihukum 15 tahun karena menjadi kurir narkoba yang menyembunyikan sabu-sabu (SS) di organ intim kewanitaanya bahkan di anus.

Norlisa ditangkap sekitar Agustus lalu oleh petugas Bea Cukai dan BNNP Jatim. Ia kedapatan menyembunyikan SS senilai Rp 180 juta d alat kelamin dan anus. Sebelum dimasukkan,  SS tersebut dimasukkan ke dalam balon karet. Aksi itu diketahui setelah ia melewati X-ray pemeriksaan Bandara Juanda. Rencananya, SS yang dipasok dari bandar asal Malaysia tersebut akan diberikan kepada seorang pengedar lain di Surabaya.

Surat putusan tersebut menyatakan jika Norlisa terbukti bersalah. Ia terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2, 113 Ayat 2 dan 112 Ayat 2 tentang Narkotika.  Namun sebelum membacakan putusan, hakim terlebih dahulu menyatakan  hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Dalam hal ini hakim Agus Hamzah menjelaskan bahwa Hal yang memberatkan terdakwa adalah jumlah narkoba yang ia antarkan, yakni 120 gram. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengaku dan menyesali perbuatannya.

Hingga kemudian pembacaan masuk ke poin putusan. Dengan tegas, Hakim Agus menyatakan atas perbuatannya, Norlisa divonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar dengan subsider satu tahun. Pembacaan tersebut diakhiri dengan ketukan palu hakim sebanyak tiga kali. Mendengar putusan tersebut, air mata Norlisa mulai berlinang, namun ia mencoba menahannya lantaran sidang belum kelar. Kemudian hakim meminta Norlisa untuk merundingkan keputusan hakim dengan kuasa hukumnya. Setelah itu, ia menerima putusan hakim tersebut.

Setelah ia kembali dari kursi pesakitan, Nurlisa langsung bersimpuh dan memeluk terdakwa wanita lain yang berada di ruang sidang tersebut. Ia menangis tersedu sebelum akhirnya oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Jatim Suci Anggraeni mengagndeng ia keluar dari ruang sidang. @rzk