Buron Penggelapan Motor, Bogel Dihajar Korban Dan Dipolisikan

0
100

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Rico Saputro alias Bogel,31, warga Jalan  Lakarsantri Gang III-B Surabaya pelaku penggelapan yang satu ini harus pasrah di tangan korbannya, ia menjadi buronan setelah Lima bulan bersembunyi Karena ulahnya menggelapkan sepeda motor Honda GL milik Antoni Pradana (19) warga Jalan Wiyung Gang 2 RT 02 RW 03 Wiyung, kini tersangka harus berurusan dengan polisi.

Dalam kasus ini Penggelapan tersebut dilakukan tersangka pada 28 Juli 2017 lalu. Saat itu tersangka yang baru kenal dengan korban langsung mengajak ke Jalan Jeruk untuk mengambil barang. Sekitar pukul 23.00, korban langsung membonceng bogel menuju salah satu gang di Jalan Jeruk. Korban turun sedangkan sepeda motor masih diduduki Bogel. Korban disuruh menemui teman tersangka di gang Jalan Jeruk. Tapi korban tidak bertemu orang. Kemudian korban kembali ke sepeda motor yang diduduki Bogel.

Dan selanjutnya Tersangka saat itu langsung meminjam motor korban dengan dalih ingin mengambil barang. Dan korban ditinggal di Jalan Jeruk namun Setelah ditunggu hampir setengah jam, tersangka tak kunjung kembali.

Merasa dirinya ditipu oleh Bogel korban langsung melaporkan ke polisi hingga kemudian tersangka tidak pernah kelihatan lagi namun setelah buron hampir lima bulan, tersangka kembali lagi ke kawasan Lakarsantri, korban yang mengetahui tersangka berada di warung kopi  Jalan Jeruk Gang 1 Selasa malam (19/12), langsung dilabrak korban.

Tak hanya itu korban yang kesal langsung menghajar pelaku hingga babak belur, dan tak berlangsung lama aksi pemukulan tersebut polisi yang mengetahui langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selanjutnya tersangka di tangkap dan diamankan guna untuk menjalani pemeriksaan, tak hanya mengamankan tersangka petugas juga berhasil mengamnakan barang bukti dari pelaku yakni STNK sepeda motor korban, sedangkan Saat diperiksa Bogel mengaku sudah menjual motor korban ke orang lain. Kemudian uangnya digunakan foya-foya.

Selanjutnya pelaku akan menjalani proses hukum dimana pelaku dijerat Pasal 372 dan 374 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ancaman hukumannya minimal lima tahun kurungan penjara. @rzk