Tertipu Rp 600 Juta, Warga Ajung Wetan Terancam 7 Tahun Kurungan Penjara

0
91

Surabaya, BeritaTKP.Com – Djwandarto Setijabudi alias Johan (61) warga Ajung Wetan RT 03 RW 16, Ajung Jember, dilaporkan ke polisi oleh Tan Meely (57) warga Jalan Baruk Utara Gang 9/256 Surabaya hal itu disebabkan lantaran Johan telah melakukan penipuan terhadap Meely sehingga korban mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Kasus penipuan terjadi sejak awal Juli 2016 lalu, Saat itu korban kenal dengan tersangka di rumahnya dan dari perkenalan itu, korban sepakat kerja sama dengan tersangka untuk menjalankan usaha di bidang pertanian. Tersangka menawarkan kerja sama untuk mengembangkan pertanian padi dan kubis. Korban dijanjikan lahan seluas 11,1 hektar di Sempolan, Jember untuk ditanami padi. Selain itu, tersangka mengatakan sudah menyiapkan 500 hektar di lahan milik PTPN XII Bondowoso untuk ditanami padi dan kubis.

Dalam bisnis abal abal tersebut tersangka memberikan iming-iming keuntungan yang besar kepada korban. Namun korban terlebih dahulu diminta uang untuk pembelian bibit padi dan kubis, selain itu korban juga dimintai uang oleh tersangka untuk pembelian pupuk, pestisida dan pembayaran uang buruh selama perawatan tanaman.

Namun biaya yang diminta oleh pelaku kepada korban hanya untuk dalih penipuan tersebut bahkan dalam kasus ini korban korban mentransfer secara bertahap mulai Rp 50 juta hingga 100 juta dan Setelah itu, tidak sampai dua bulan korban diminta lagi untuk mentransfer uang sebagai biaya pemupukan dan penyiangan. Bahkan hingga akhirnya korban mentransfer sampai 237 kali kepada tersangka hingga bulan September 2017.

Hingga korban merasa menjadi korban penipuan lantaran selama korban memberikan uang terhadap pelaku tak membuahkan hasil, hingga korban mencoba menghubungi dan meminta uang untuk dikembalikan, tersangka selalu berkilah bahwa uang masih digunakan modal.

“Tersangka memberikan iming-iming keuntungan yang besar kepada korban. Namun korban terlebih dahulu diminta uang untuk pembelian bibit padi dan kubis, Dan total kerugian korban Rp 615 juta. Awalnya korban percaya saja karena selalu dijanjikan dan uang akan dikembalikan dengan tambahan keuntungan besar kepada korban setelah komoditas dipanen,” ungkap Kapolsek Rungkut Kompol Esti Setija Oetami.

Akhirnya pada Desember 2017 tidak ada kejelasan dan uang tak kunjung kembali. Karena itu, korban lantas melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Rungkut, hingga anggotapun menindaklanjuti dengan cepat laporan korban dan Kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Saat ditangkap tersangka sempat mengelak tidak menggelapkan uang tersebut. Namun akhirnya setelah diinterogasi dan ditunjukkan bukti transfer dari korban, tersangka pasrah tak berkutik. Tersangka mengaku nekat melakukan penggelapan itu lantaran butuh uang untuk kebutuhan pribadi dan membayar utang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolsek Rungkut. Dalam kasus ini nantinya tersangka akan dijerat Pasal 372 KUHP dan 374 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun kurungan penjara. @haryanto