Diduga Slewengkan Dana Desa, Kades Kwangsan Duduk Dikursi Persakitan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Menjadi terdakwa dugaan penyelewengan dana desa Kades Kwangsan yang kini sudah di nonaktifkan, Sirojuddin duduk di kursi perdakitan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda, Kamis 29/12/2017.

Dalam sidangnya kali ini ia ditemani oleh putri kecilnya yang ditemani sang istri bahkan dengan hardirnya anak istri kades tesebut membuat air matanya pecah.

Sidang tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim Wiwin Arodawati kemarin diisi dengan pembacaan eksepsi dari pengacara terdakwa Tri Sandhi Wibisono dan Sarah Serena, dalam hal ini mereka menilai bahwa surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) cacat hukum bahkan mereka juga menilai JPUhanya mengacu pada keterangan saksi Ahmad Sirojuddin.

Sarah Serena menegaskan bahwa dalam dakwaan JPU, saksi Ahmad Sirojuddin membuat laporan-laporan palsu karena disuruh oleh terdakwa. Kami tidak sependapat kalau cuma acuan itu yang digunakan. Padahal, dalam praperadilan di bawah sumpah, saksi mengaku memang menugasi untuk membuat laporan, namun tidak pernah menyuruh untuk membuat laporan palsu.

Sementara itu JPU Wahid mengatakan, kuasa hukum hanya mempermasalahkan materialnya, bukan formilnya. Dia juga menepis tuduhan pengacara terdakwa bahwa kejaksaan hanya berpatokan pada keterangan satu saksi saja. “Itu kan pendapat dia, Tapi penyidik sudah punya minimal dua alat bukti. Kami juga memeriksa sekitar 70 saksi,” tegasnya.

Hingga akhirnya Sidang etrsebut ditutup dan dilanjutkan pada 9 Januari 2018 mendatang. Rencananya, JPU akan mengajukan pendapat secara tertulis. @nurA