Polisi Amankan Otak Alap-alap Motor Rumah Kos

0
118

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes berhasil meringkus otak pelaku curanmor Dia adalah, Ardian Siswoko (35). Pria asal Jalan Wonorejo Gang IV / 37 atau yang tinggal di Jalan Tengger Kandangan Timur VI / 13 ini ditangkap saat hendak menjual motor hasil curiannya ke Madura.

Penangkapan pelaku dilakukan pada Senin 18/12/2017 Setelah diperiksa, ternyata Ardian tak melakukan aksinya sendirian, melainkan dibantu oleh empat temannya, Selama menjual motor curian, komplotan Ardian selalu mengganti nomer polisi untuk menghilangkan jejak. Setelah dikembangkan dan dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap keempat pelaku lain.

Empat pelaku lainya yakni Anang Fauzi (41) warga Jalan Candi Lontar 41 I-2 / 28,  M. Choirul Alam (39) warga Jalan Candi Lontar Kidul Blok 45 – F 3 / 9 dan Wahyu Gading Utomo (30) warga Jalan Candi Lontar Kidul Blok 45 – E 3 / 6 serta Gilang Pranata (23) warga Candi Lontar Kidul Blok 45 – D / 22, Surabaya.

Keempat tersangka lain ditangkap bersadarkan pengakuan  dari tersangka Ardian. Mereka adalah partner Adrian saat melakukan aksi curanmor, sebab kebetulan Ardian juga otak komplotan tersebut, Setelah kelimanya diringkus, polisi mengetahui jika mereka sudah melakukan aksinya beberapa kali di lokasi berbeda di Surabaya.

Meski satu komplotan, namun mereka tak beraksi bersama-sama.  Sebab Ardian hanya membutuhkan joki dan pengamat situasi untuk melancarkan aksinya. Sehingga joki Ardian selalu bongkar pasang agar tak mudah dikenali. Sedangkan keempat rekan Ardian hanya sebagai joki saja, sedangkan ia merupakan otak sekaligus eksekutor curanmor tersebut.

“Berdasarkan catatan kami, komplotan ini sudah beraksi di lima lokasi lebih di kawasan Surabaya. Kebanyakan sasarannya adalah motor-motor yang diparkir di kos-kosan atau di pinggir jalan, Sebelum  melancarkan aksinya, para tersangka tersebut biasanya berkeliling untuk mencari sasaran. Targetnya adalah motor yang terparkir di koas-kosan dan juga dipinggir jalan,” ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana.

Setelah menemukan target, mereka membagi tugas, salah satu rekan tersangka berperan mengawasi situasi sedangkan Ardian mengekseskusi motor dengan bernodalkan kunci T. Karena sudah cukup cekatan dalam hitungan detik, Ardian berhasil merusak kunci kontak dan menyalakan motor tersebut. Setelah itu kedua tersangka kabur degan membawa motor curian tersebut.

Saat berhasil, mereka tak langsung menjual motor tersebut ke Madura melainkan di sembunyikan di salah satu rumah tersangka sedangkan Untuk menghilangkan jejak, biasanya sebelum dijual, motor tersebut dibuatkan nopol palsu untuk mengelabuhi polisi.  Setelah semua siap, mereka denganti, motor curian siap dilempar ke penadah asal Madura. Dalam proses ini, tersangka Ardian sendirilah yang mejualnya ke Madura. Sebab dia  mengetahui jaringan penadah tersebut.

Menurut keteragan tersangka, motor tersebut dijual dengan harga Rp 5 juta hinga Rp 7 juta. Tergantung merek dan kondisi motor tersebut. Hanya saja berdasarkan barang bukti yang kami amankan dan keterangan tersangka, mereka lebih suka mengambil motor jenis matic.

Pelaku juga mengaku jika ia nekat melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari. Sebab penghasilan dari pekerjaan serabutan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Meski awalnya tegar, namun Ardian sempat menangis setelah penyidik menanyakan tentang anakya, Ardian sendiri memiliki tiga orang anak. Iapun segera menyeka air matanya dan mengatakan jika dia sudah kapok.

Sementara itu dari penangkapan kelima tersangka, polisi juga mangamankan dua unit sepeda motor hasil curian Honda Beat warna hitam Nopol  S 6628 MN yang nomornya diganti dengan plat nomor L 3162  AF.  Sebuah unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan plat nomor L 3162  AF serta diamankan pula  (satu) set kunci model T. Plat nomor palsu dan juga sebuah kalung dan gelang yang dibeli dari uang penjualan motor curian tersebut. @rzk