Dalam Waktu Satu Tahun Kejari Berhasil Sita Uang Koruptor Rp 33,5 M

Surabaya, BeritaTKP.Com – Di tahun 2017 ini banyak kasus korupsi yang berhasil di ungkap oleh pihak terkait salah satunya adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang memaparka hasil kerja nyatanya Sebab dalam setahun,  pidsus menyelesaikan 25 perkara korupsi. Tak hanya itu,  dari penanganan kasus tersebut kejari berhasil menyelamatkan uang negara Rp 33,5 miliar dari tangan para koruptor.

Mohammad Teguh Darmawan selaku Kepala Kejari (Kajari) Surabaya menjelaskan saat melaksanakan analisa dan evaluasi (anev), di Kantor Kejari Surabaya bahwa Secara detail Teguh mejelaskan 25 perkara yang ditangani tersebut terdiri dari 11 perkara  yang ditangani oleh pidsus, sedangkan sisanya merupakan pelimpahan dari kepolisian dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yakni 14 perkara. Dari 25 perkara tersebut, kejaksaan menyidangan 29 tersangka. Nah, uang tersebut diperoleh dari denda pengganti para terdakwa yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Dari total uang negara yang berhasil diselamatkan (Rp 35,5 miliar, Red), Jumlah uang yang telah disetorkan ke kas negara sebesar Rp 32,4 miliar. Sedangkan sisanya akan disetorkan pada bulan Januari 2018 mendatang Selisih antara uang yang diselamatkan dengan yang disetorkan ke kas negara terjadi karena ada sebagaian denda yang baru inkracht  atau berkekuatan hukum tetap. Sehingga baru Junuari bisa disetorkan.

Uang puluhan miliar tersebut, didapat dari uang denda, uang pengganti, uang rampasan dan ekseskusi barang rampasan (asset tanah). “Pengembalian uang kerugian negara dari tindak pidana korupsi merupakan fokus kami. Sebab dalam penanganan kasus korupsi, bukan bagaimana memenjarahkan seseorang. Tapi yang terpenting yakni mengembalikan dan menyelamatkan keuangan kerugian negara,” ungkap teguh.

Sementara itu Heru Kamarullah selaku Kasi Pidsus Kejari Surabaya menambahkan, kasus korupsi menonjol yang sudah disidik adalah dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2014 kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) Cahaya Abadi. Kasus ini dinyatakan menonjol lantaran kerugiannya mencapai Rp 370 juta.

Dari banyaknya kasus yang ditangani, Kasus tersebut  memang yang paling menonjol sepanjang penyidikan yang dilakukan Pidsus tahun ini Untuk seksi pidana umum (pidu m) menangani 2290 perkara. Sedangkan perkara yang paling dominan ialah penyalahgunaan narkotika yakni mencapai  851 perkara telah dilimpahkan penyidik kepolisian ke jaksa.

Jumlah tersebut, mengalami kenaikan bila dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu  648 perkara. Sedangkan, menduduki posisi kedua, terdapat jenis perkara 3C yakni   sebanyak 733 perkara. Sedangkan sisanya  adalah kasus penganiyaan, penipuan dan perjudian, pihaknya juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan  penanganan tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 2231 perkara. @nurA