Tak Bisa Tebus Motor, Dua Sahabat Nekat Lakukan Perampasan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Achmad Albari (25) dan Saini (21) dua sahabat yang kini terancam di bui bersama akibat perbuatan nekatnya melakukan perampasan beserta kekerasan, pelaku melakukan hal nekat tersebut lantaran terpaksa demi menebus sepeda motor yang di gadaikan.

Korbannya adalah, Rindawati, yang tak lain adalah teman wanita Saini. Modus kedua pemuda yang masing-masing tinggal di Jalan Dukuh Bulak Banteng Gang Encap Nomor 47 dan Jalan Dukuh Bulak Banteng 2/14 Surabaya ini ialah mengajak korban jalan-jalan dengan mobil kemudian merampas handphone (HP) korban.

Kasus tersebut terjadi pada Jumat (15/12). Saat itu, tersangka Saini mendatangi rumah Albari. Karena tetangga, mereka mengobrol sambil menyeruput kopi. Dalam perbincangan tersebut, Albari bercerita jika ia tak memiliki uang untuk menebus motor yang digadaikan. Sebab kalau tak segera ditebus, maka motornya akan dijual dan Dari obrolan itu, mereka pun merencanakan aksi perampasan tersebut.

Lantan masih polos dan belum memiliki pengalaman sebagai penjahat jalanan. Akhirnya mereka memilih sasaran yang sudah pelaku kenal. Yakni Rindawati, teman Saini. Keduanya baru beberapa minggu kenalan melalui facebook. Namun sebelum melaksanakan aksinya, kedua tersangka ini terlebih dahulu menyewa sebuah mobil rental dari teman Albari.

Selanjutnya kedua tersangka mengemudikan mobil tersebut dan menuju rumah korban. Namun sebelum sampai di rumah korban, Albari diturunkan di daerah Tugu Pahlawan dan Saini menjemput korban dan mengajak korban untuk jalan-jalan. Namun saat berada di Jalan Endrosono, mereka berhenti. Kemudian Saini melancarkan aksinya dengan mencoba merampas HP korban yang saat itu digenggam. Hanya saja, korban sempat melawan dan menolak memberikan HP-nya.

Sampai kemudian tersangka mencekik korban hingga membuatnya sesak napas dan akhirnya merelakan HP-nya, Setelah itu, korban melaporkan kasus ini kepada kami. Kemudian berdasarkan keterangan korban dan ciri-ciri pelaku, kami berhasil menangkap kedua tersangka di rumah masing-masing, ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo.

Setlah dlakukan penangkapan selanjutnya petugas melakukan penyidikan, dalam penyidikan tersangka Saini mengaku jika perampasan yang ia lakukan hanya untuk membantu Albari menebus motornya. Dia mengatakan, setelah merampas HP tersebut, ia menjualnya kepada temannya seharga Rp 1 juta. Uangnya saya gunakan untuk membayar mobil rental dan sisanya untuk menebus motor Albari, akunya.
Dia mengatakan, korban adalah teman barunya yang ia kenal lewat facebook. Mereka sudah intens berkomunikasi, bahkan rencananya Saini akan menjalin asmara dengan korban. Namun semua terkalahkan oleh pertemanannya dengan Albari dan justru merelakan calon pacarnya untuk menjadi korban perampasan. @lutf/yanto