Drs. Nurul Huda, MPd: “Penyuluh Agama Harus Miliki 8 Ruh Kepribadian”

Drs. Nurul Huda, MPd Penyuluh Agama Harus Miliki 8 Ruh Kepribadian

Pacitan, BeritaTKP.Com –  Hampir seratus orang penyuluh agama fungsional dan honorer berkumpul di aula Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, jalan Cokroaminoto, dalam rangka evaluasi kinerja penyuluh tahun 2017. Disamping para penyuluh, hadir dalam acara itu Ketua Pokjaluh,  dra Farida,  Kasi Bimas Kemenag, Mutongin, SPd I dan Kakemenag Pacitan, Drs. Nurul Huda, MPd.

Mengawali pembinaan dan sekaligus evaluasinya, pejabat yang aktif di seksi Bimas Kemenag per juli 2017 itu menyebutkan, “Di tahun 2018 ke depan,  kinerja penyuluh harus di tingkatkan. Tugas penyuluh itu sangat mulia dan di tunggu masyarakat. Apa yang di tunggu dan diminta masyarakat usahakan, dan jangan membuat mereka kecewa,” pesan Mutongin, Spd I.

Sementara Kakemenag mewejang, “Penyuluh itu minimal mempunyai 3 fungsi,  yaitu fungsi Informatif dan edukatif,  fungsi Konsultatif dan fungsi advokatif hukum Islam atau syariat. Disamping itu, penyuluh juga harus miliki 8 ruh atau etos kerja.” Pejabat yang merupakan putra daerah kelahiran Sirnoboyo itu melanjutkan,  “Seorang penyuluh harus meyakini bahwa profesi penyuluh itu rahmat maka bekerjalah dalam ketulusan dan syukur bilqalbi, billisan dan bil arkan. Lantas amanah,  ibadah dan panggilan jiwa.  Selanjutnya ia juga merupakan actualisasi, kehormatan dan pelajaran. Kapan, dimana dan bagaimana pun senantiasa ada ilmu serta pelajaran yang bisa di ambil.”

Rumit dan peliknya tantangan da’wah mengharuskan penyuluh untuk senantiasa memperbaiki dan menyempurnakan diri pribadi.

Rakhmad, penyuluh dari Pacitan menyadari situasi itu, ” Di tengah aroma hedonisme yang menggejala, serta kebutuhan hidup yang kian mahal penyuluh memang harus pandai-pandai membawa diri.  Setidaknya menyeimbangkan antara tugas dan kebutuhan keluarga,” jelasnya mewakili suara penyuluh lain kepada awak beritatkp.com, selasa (9/2). @heriB

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda