Polda Jatim Bongkar Home Industry Pengolahan Merkuri

Surabaya, BeritaTKP.Com – Anggota Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar Home industry pengolahan zat berbahaya jenis merkuri, pembongkaran tersebut di Wates Kediri bahkan dalam hal ini polisi juga menetapkan satu orang tersangka beserta barang bukti.

Sebelumnya anggota Unit II Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendatangi sebuah pengolahan batu cinabar untuk dijadikan merkuri di Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan dalam penggerebekan tersebut Polisi mengamankan barang bukti di antaranya 65 sak berisi besi, 44 sak berisi batu cinabar yang sudah dihaluskan, 54 sak batu cinabar yang masih kasar, 35 botol plastik kosong, 5 botol dan 5 plastik putih kapasitas masing-masing 34 kg dan berisi sekitar 10 Kg, 50 bak plastik kecil, 13 bak plastik besar dan 2 timbangan.

Tak hanya itu polisi juga mengamankan 2 centong besi, 24 sak batu kapur, 1 mesin penggiling, 1 mesin gelondong, 240 tabung yang digunakan untuk pembakaran batu cinabar, serbuk besi dan batu kapur, 3 unit blower, 2 alat ayak dan 120 jerigen untuk menampung merkuri.

Polisi juga memintai keterangan 5 saksi yakni, I (pemilik lokasi tempat pembakaran), S, MB, EP, AF (keempatnya sebagai karyawan). Sedangkan Ari S (33) warga Sumobito, Kabupaten Jombang, ditetapkan sebagai tersangka, ia diduga melakukan pelanggaran UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara, ia juga mendatangkan batu cinabar 5 ton dari Pulau Seram, Ambon yang dibeli dari penambang di sana (Pulau Seram, Ambon).

Batu cinabar tersebut dikirim dari lokasi penambangan melalui jalur laut yakni, dari Pulau Seram ke Pelabuhan Jamrud, Tanjung Perak Surabaya, melalui jasa ekspedisi dengan kapal penumpang, dan setelah dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak, batu cinabar itu dikirim ke Kediri, menggunakan truk kontainer. Saat tiba di lokasi, batu cinabar diolah untuk menjadi merkuri. Dengan cara dibakar dan dicampur dengan batu gamping, serbuk besi menghasilkan merkuri (air raksa), Merkuri ini rencananya dijual di berbagai daerah di Indonesia seperti Kalimantan.

Dan dalam hal ini Ari S (33) nekat melakukan usaha ilegal karena ingin mendapatkan omset Rp 6 miliar. Hasilnya rencananya untuk membayar utangnya yang sekitar Rp 2 miliar. Dia membeli batu sinabar 5 ton. Diolah menjadi 2 ton merkuri dengan harga per liter Rp 3 juta. Kalau diproduksi semua dengan campuran bahan baku tertentu, bisa senilai Rp 6 miliar.Ari mengaku membuka usaha itu karena punya utang Rp 2 miliar. Utang tersebut untuk membuka usaha pengolahan merkuri.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan di mapolda menjelaskan merkuri biasanya digunakan untuk penambangan emas maupun kosmetik. Padahal, merkuri ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan.

Ia menegaskan, akan menindak tegas terhadap produksi pengolahan merkuri di Jawa Timur. Sebelum membongkar pengolahan merkuri di Kediri ini. Polda Jatim sudah membongkar kasus yang sama di Jombang dan Tuban.

“Waduh, ini sangat berbahaya. Makanya pemerintah melarangnya dan dibuatkan undang-undang yang baru diterbitkan di Tahun 2017, Merkuri biasanya untuk penambangan emas, untuk kosmetik dan macam-macam. Merkuri berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan,” pungkasnya. @red