Pemerintah Kota Surabaya Digugat Warga Eks Dolly Rp 2,7 Triliun

0
78

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat gugatan dari Warga eks Lokalisasi Gang Dolly, Kota Surabaya, bahkan mereka mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (23/1/2018).

Dalam hal ini Warga eks Lokalisasi Gang Dolly menuntut kerugian materil dan inmateril senilai Rp 2,7 triliun dari 1.800 warga eks Dolly yang terkena dampak penutupan lokalisasi dari tahun 2014 hingga 2018, Selain mendaftarkan gugatan, warga juga melakukan aksi demo di depan PN Surabaya. Demo dilkukan massa yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Independen (KOPI) dan Front Pekerja Lokalisasi (FPL).

Dalam hal ini pendemo melakukan aksi dengan membawa sejumlah postur tuntutanya. Mereka meminta pemerintah kota Surabaya untuk segera melakukan pemulihan ekonomi serta sumber ekonomi baru yang telah ‘gagal’ dilaksanakan oleh pemkot.

Okky Suryatama selaku Kuasa hukum warga eks Dolly mengujarkan jika gugatan yang sudah di ajukan ke PN Surabaya atas dampak dari penutupan lokalisasi serta kerugian materil dan immateril yang hingga kini dianggapnya belum terselesaikan, “Dalam gugatan ini kami meminta pemerintah kota Surabaya untuk ganti rugi atas kerugian materiil dan immateril dari korban penutupan lokalisasi,” ujar Okky Suryatama.

Dalam gugatan tersebut juga kuasa hukum menuding ada tiga tergugat yang berkaitan atas penutupan lokalisasi Dolly. Tiga tergugat itu dinilainya ikut bertanggung jawab atas dampak dan kerugian setelah adanya penutupan lokalisasi mulai tahun 2014 hingga 2018, “Tiga tergugat, satu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dua, Satpol PP, tiga, Polrestabes Surabaya,” ujarnya. @red