WNA Asal Korea Dihukum 1 Tahun Akibat Konsumsi SS

Surabaya, BeritaTKP.Com  – WNA asal Korea Selatan sekaligus konsultan Taekwondo KONI Jatim Park Hae Jin dijatuhi hukuman setahun penjara lah Majelis hakim yang diketuai Pujo Saksono atas kasus kepemilikan narkoba.

Sebelumnya, terdakwa Park Hae Jin ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya Jumat (16/06/2017) sekitar pukul 01.00 Wib di dalam kamar apartement Gunawangsa Tower A Nomor 527 Jl.Raya Manyar Pumpungan Surabaya.

Pada saat ditangkap, polisi mendapati barang bukti berupa tiga poket sabu-sabu dengan berat 4,66 gram beserta bungkusnya, di temukan di dalam kotak warna hitam yang diletakkan di atas meja ruang tamu apartemen dan berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, sabu-sabu itu diperoleh terdakwa Park Hae Jin dari orang tak dikenal, sekitar dua minggu sebelumnya.

Orang itu mengirimkan sms atau pesan singkat ke terdakwa Park Hae Jin yang intinya menawarkan sabu-sabu. Karena tertarik, terdakwa Park Hae Jin memasukkan uang tunai sebesar Rp.1,8 juta ke kotak surat yang disediakan untuk masing-masing kamar yang ada di lantai Basement Apartemen Gunawangsa.

Selang satu hari, orang tak dikenal itu kemudian mengirimkan sms ke terdakwa Park Hae Jin yang isinya menyuruh terdakwa untuk mengecek kotak surat yang ada di basement apartemen. Ternyata, di dalam kotak surat itu sudah ada dua poket narkotika jenis sabu. Selanjutnya, narkotika jenis sabu tersebut dibawa naik ke kamar terdakwa Park Hae Jin.

Vonis tersebut jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan vonis para terdakwa  yang terjerat kasus yang sama. Dengan barang bukti yang sama bahkan tak jarang beratnya jauh dibawah yang dimiliki terdakwa Park Hae Jin.Amar putusan tersebut dibacakan majelis hakim di ruang sidang Garuda PN Surabaya, Rabu (24/1/2018). Dengan putusan ini, pihak terdakwa langsung tidak menyatakan banding. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan Junaedi menyatakan pikir-pikir.

Pada sidang sebelumnya, terdakwa kepemilikan sabu sabu (SS) seberat kurang lebih 4,66 gram ini, dituntut selama 8 tahun penjara dengan denda 800 juta subsidair 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan Junaedi dari Kejari Tanjung Perak. @nurA