Maaf Salah Kirim “Wartawan Wedus” Ucap Iptu. Misdianto, kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal

0
206

Surabaya, BeritaTKP.Com – Puluhan Wartawan mendatangi polsek sukomanunggal surabaya,  meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait pemberitaan media Berita Rakyat ‘ Ade yang berjudulkan ” Wartawan wedus “.

Nampak perwakilan dari beberapa lembaga media , SWI, KWRI, YALPK, FPII, OPSI, Mitra Publik, Amunisi, SorottransX, TKP, surabaya pos kota, Berita Rakyat serta beberapa awak media lainya yang ikut solideritas.

Zam zami selaku pimpinan media Berita rakyat dan juga sebagai mediator mengatakan, permintaan maaf yang dilakukan oleh pihak Polsek ke PWI salah sasaran tidak semestinya harus ke PWI, karena tidak feer, karena insan pers bukan hanya milik PWI .

masih menurut zam zami, karena berita ini sudah tersebar di media on line bahkan diberitakan diberbagai media di luar PWI, seharusnya pihak polsek melakukan konferensi pers secara terbuka ‘ ucapnya(25/01/17).

Kompol “Suroso” Kapolsek sukomanunggal mengatakan bahwa perkataan yang dilontarkan anak buahnya Iptu. Misdianto ‘ kanitreskrim melalui wa ‘ Ade, terkait klarifikasi judi ayam diwilayahnya dengan jawaban ” Wartawan wedus, salah tombol, karena ada sahabatnya atas nama yudi minta dikirim kambing buat aqiqah anaknya , karena dalam perjalan sehingga terjadi salah tombol, ungkapnya .

Ade, selaku wartawan berita rakyat secara pribadi memaafkan kejadian tersebut asalkan semua teman jurnalis bisa bermitra dengan pihak polsek sukomanunggal.ucapnya.

Sebut saja, Chusaini salah satu wartawan Mitra Publik, kalau Iptu. Misdianto bisa menujukan bukti wa salah kirim,  kami bisa terima dan jawaban dari Kanitreskrim itu tidak masuk akal , sudah kehapus itu saya rasa akal akalan saja .

Bahkan pernyataan sikap wa Terhapus  ditentang oleh Ags, salah satu lembaga SWI kabid aksi, pernyataan sikap Akp Misdianto tidak bisa dipertangung jawabkan, tidak selayaknya seorang kanit reskrim yang seharusnya mengerti dan profesional malah dengan entengnya menjawab bukti wa kehapus.

Menurut Bayu lembaga FPII, Dedik Ketum SWI, Chusaini secara pribadi semua memaafkan akan tetapi karena ini menyangkut profesi akan mengawal kasus tersebut … (salam satu pena ). @yun