Kasus Penggelapan Semen, Mantan Seles Semen Bosawa Dipanggil Paksa Hakim

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Mantan sales semen Bosawa Edy Purnomo dalam perkara penggelapan semen Bosawa yang mendudukkan Cindro Pujiono Poo sebagai terdakwa ia dijemput paksa atas penetapan Ketua majelis hakim Rochmad yang memerintahkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hary Basuki agar melakukan penjemputan.

Penjeputan tersebut dilakukan Dalam pertimbangan penetapan hakim Rochmad disebutkan jika saksi sudah tiga kali dipanggil secara patut oleh JPU guna memberikan keterangan di persidangan namun tidak pernah datang, sidang JPU Hary Basuki dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan akan melaksanakan penetapan hakim tersebut dalam sidang minggu depan. ” Kita akan melakukan penetapan itu, menjemput saksi di rumahnya di Kediri. Kita akan meminta bantuan Polda Jatim untuk melaksanakan perintah hakim ini,” ujar Hary Basuki.

Untuk diketahui, dalam surat dakwaan yang disusun dan ditandatangani jaksa Muhammad Usman dan Rakhmad Hary Basuki dijelaskan, terdakwa Cindro Pujiono Po ini didakwa melanggar pasal 372 KUHP. Perbuatan terdakwa Cindro Pujiono Po ini terjadi Maret 2014 sampai Februari 2015.

Lebih lanjut dalam surat dakwaan itu dijelaskan, terdakwa memiliki usaha toko Juwita yang beralamat di jalan Hasyim Asyari no. 49, Kabupaten Jombang, bergerak di bidang penjualan dan pembelian bahan bangunan. Sekitar awal Oktober 2013 atau Nopember 2013, Edy Purnomo sales PT. Trinisyah Gemilang Perkasa datang menemui terdakwa selaku pemilik maupun penanggung jawab Toko Juwita untuk menawarkan semen Bosowa.

Setelah mendapat tawaran dari Edy Purnomo, terdakwa menerima tawaran tersebut dan disepakati dengan sistem pembayaran tiga bulan setelah barang diterima. Pembayaran dilakukan secara tunai melalui sales PT. Trinisyah Gemilang Perkasa maupun dengan cara transfer bank melalui rekening terdakwa di BCA Kantor Cabang Jombang.

Dalam kurun waktu Maret 2014 sampai dengan bulan Februari 2015, terdakwa telah memesan semen Bosowa ke PT. TGP sebanyak 32.200 sak senilai Rp. 1,345,070,750. Atas pesanan tersebut telah dilakukan pengiriman yang dilakukan secara bertahap dan semua semen Bosowa telah diterima dengan baik di tempat tujuan. Dalam setiap pengiriman semen Bosowa, pada surat jalan yang dibawa sopir bagian pengiriman, diberikan stempel toko Juwita dan ada tanda tangan penerimanya.

Kuasa hukum terdakwa yakni Sudiman Sidabukke juga menyambut baik penetapan hakim ini. Menurut Sudiman, saksi Edy Purnomo bisa dikatakan saksi kunci dari perkara ini karena ada pembeyaran yang dilakukan toko Juwita melalui Edy.

Dan saat persidangan, JPU mendatangkan dua saksi yakni Andreas dan Pina. Keduanya merupakan ekspedisi dari semen Bosawa yang mengirim langsung semen Bosawa dari pabrik ke toko Juwita, Ada 609 sak atau 24 ribu kilo semen Bosawa yang sudah dikirim ke toko Juwita. Namun keduanya tidak mengetahui soal pembayaran karena mereka hanya bertugas mengirim barang. @nurA