Pendekar PSHT Datangi PN Surabaya Untuk Kawal Sidang Penganiayaan Oknum Bonek

Surabaya, BeritaTKP.Com – Ratusan pendekar PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), Kamis 25/1/2018 berbondong bondong menuju Pengadilan Negeri (PN) Surabaya hal itu dikarenakan mereka mengawal persidangan kasus penganiayaan oleh oknum Bonek, hingga mengakibatkan dua rekannya tewas.

Dengan mengenakan seragam khas PSHT yang serba hitam, mereka dalam pengawalan ketat petugas dari Polsek Sawahan dan Polrestabes Surabaya, Awalnya, mereka yang berada di luar pagar PN Surabaya, diizinkan masuk ke halaman dengan syarat tak membuat gaduh. Itu hanya sementara, ternyata mereka diam-diam masuk ke belakang PN Surabaya untuk menanti kedatangan Muhammad Jak’far, Muhammad Tiyok Dwi Septian alias Tiyok, Jhenerly Simanjuntak alias Jhonerly Simanjuntak alias Joner, dan Slamet Sunardi alias Slamet Cadera alias Ardy Cadera.Tak ayal, pengamanan ketat diberikan terhadap keempat terdakwa saat akan menuju ruang sidang Cakra.

Dalam hal ini juga ratusan pendekar PSHT tersebut meminta majelis hakim serius menangani tewasnya Muhammad Anies (22), warga Jalan Simo Pomahan III dan  Aris Eko Ristanto (25), asal Desa Tlogorejo, Kepoh Baru, Bojonegoro.

Di sidang yang dipimpin Syifa’urosyidin ini mendudukkan terdakwa Tiyok dan Ja’far. Sidang mengagendakan keterangan saksi dari dua polisi Polrestabes Surabaya Cucuk Hariyanto dan Suhermanto. Kedua polisi ini dihadirkan JPU ke persidangan, karena yang menangkap dan mengamankan barang bukti dari kedua terdakwa.

Dari keterangan polisi, bahwa penangkapan ini berawal dari pengembangan CCTV (closed circuit television), Awalnya menangkap Ja’far, lalu kedua Tiyok di tengah jalan, dan dari barang bukti yang diamankan, termasuk dua batang bambu yang dipakai untuk menganiaya kedua korban dibenarkan oleh kedua terdakwa.@rzk