Mantan Kepsek SDN I Widodaren Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Ngawi, BeritaTKP.Com – Kasus dugaan korupsi pembangunan SDN I Widodaren tahun 2015 senilai Rp 1,7 miliar bersumber dari dana ganti rugi proyek jalan tol menyeret nama Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN I Widodaren Rusman (60) dan kini mantan kepsek tersebut jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi.

Tersangka merupakan Ketua Panitia Pembangunan SDN I Widodaren. Diperiksa langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Ngawi Wisnu Pratistha mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB diruang Pidana Khusus, dengan didampingi kuasa hukumnya Kayubi.

Kayubi selaku Kuasa Hukum tersangka saat dikonfirmasi mengatakan, kliennya diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan menggelapkan uang pembangunan gedung sekolah. Ada sekitar 25 hingga 30 pertanyaan yang ditanyakan kepada kliennya mengenai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pembangunan gedung baru SDN I Widodaren, Desa/Kecamatan Widodaren, “Masih seputar dana ganti rugi jalan tol dan LPJ pembangunan gedung baru. Pemeriksaan ini belum selesai, masih akan diagendakan lagi dengan menunggu kabar dari penyidik,” katanya.

Dalam pemeriksaan perdananya ia di cecar 30 pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan SDN I Widodaren tahun 2015 tersebut, “Mantan Kepsek (Rusman-red) ini diperiksa sebagai tersangka. Ada sekitar 30 pertanyaan,terkait dana ganti rugi dari jalan tol untuk pembangunan gedung baru SDN I Widodaren. Tidak bisa kami sebutkan karena kepentingan penyidikan dan seluruh saksi yang kami anggap masih diperlukan untuk dimintai keterangan ya akan dipanggil. Pemeriksan akan terus dilakukan hingga berkas kasus ini kami nyatakan lengkap,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ngawi Wisnu Pratistha.

Dan setelah usai jalani pemeriksaan, tersangka langsung dikembalikan ke Lapas Klas II B Ngawi untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari terhitung mulai 15 Januari hingga 03 Februari 2017, dalam hal ini Wisnu Pratistha menambahkan bahwa masa tahanan tergantung proses penyidikan, jika perlu adanya penambahan yang ditambah hingga berkas siap dilimpahkan. @wulan