Dua Debt Colektor Wom Tagih Angsuran Dengan Gaya Ala Preman

Surabaya, BeritaTKP.Com – Bermodal berbadan besar memakai pakaian ala preman,dua orang debt colektor internal bank leasing WOM (wahana ottomitra multiartha)mendatangi rumah mertua debitur jalan karang empat besar,kecamatan tambaksari.

Kedatangan kedua debt colektor Ali dan Winarno tersebut tanpa ada sopan santun pada debitur dengan memakai kata agak kasar tanpa ada aturan seakan akan tidak ada sopan santunnya.

Kedatangan kedua debt colektor di temui oleh mertua bersama suami debitur.percakapan kedua belah pihak dalam kondisi emosional dan,karena pihak debt colektor memakai bahasa preman yang tak patut untuk seorang pegawai internal WOM.Bahasa percakapan seakan akan pihak pegawai debt colektor internal WOM menantang berkelahi suami debitur,parah,serentak ibu dan anak sempat kaget,padahal kondisi suami debitur yang masih sakit.Tapi tetap saja kedua debt colektor pegawai internal menakut nakuti dengan bahasa preman supaya debitur ketakutan dan mau membayar angsuran.

Dalam bahasa jawa yang di jadikan bahasa indonesia”kalau paham di lapangan,ayo aku copot bajuku,kamu mau minta apa?”kata Ali salah satu debt colektor.

“Anda orang madura,akupun orang madura” lanjut Ali dengan nada menantang.dan teman Ali pun menekan suami debitur,”Tak kasih waktu sampai besok harus bayar”sambil melototkan matanya dan nada arogan.tegur Winarno

Memang di akui debitur sempat terlambat pembayaran berjalan tiga bulan,tapi debitur selalu konfermasi pada pegawai internal WOM via telepon seluler.Dalam percakapan debitur janji akan membayar tunggakan tanggal 5 bulan februari.Tapi debt colektor menyerang dan menekan dengan perkataan kasar keinginannya.

Sempat dalam percakapan via telepon seluler antara debitur dengan debt colektor internal WOM.Debt colektor menawarkan ke debitur sebuah solusi cara pembayaran yang cepat versi Ali.”Tidak apa tak carikan uang yang ada bunganya yang seharinya 50 ribu nanti sampean yang bayar”ujar Ali menawarkan.

Tawaran tersebut di tolak keras karena sangat membebani debitur.Dan akan menumpuk hutang dan tanggungan bertambah.Beginilah cara debt colektor mencari uang sampingan yang menjerat leher debitur.

Seketika itu suami debitur langsung berkordinasi dan konfermasi ke polsek tambaksari mengatakan tentang permasalahannya dengan debt colektor Internal dari WOM”Itu gak benar menagih dengan cara gak sopan,dan kalau ada apa-apa lagi dengan debt colektor sampean langsung telepon polsek aja biar kita bantu menanganinya”Ungkap Aiptu Erik. (@h’yanto)