Kasus Sweeping di Desa Ponteh, Polres Pamekasan Tetapkan Dua Tersangka

Pamekasan, BeritaTKP.Com – Kasus pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok masyarakat di Desa Ponteh, Kecamatan Galis pada Jum’at 19/1/2017 lalu, menetapkan sebanyak dua orang sebagai tersangka, Kedua tersangka tersebut masing-masing inisial AH asal Karang Penang, Sampang dan inisial MH warga Pagantenan, Pamekasa. Keduanya ditangkap berdasar laporan polisi Nomor 2/I/2018/Polda.Jatim/ResPamekasan/SekGalis

Dalam kasus ini Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, melalui Kasubag Humas AKP Osa Maliki mengungkapkan bahwa Dari hasil penyidikan dan penyelidikan yang di back up Polda Jatim, pihaknya mendapatkan dan menetapkan dua orang tersangka dengan inisial AH dan MH, Dalam persoalan tersebut pihaknya juga fokus untuk melakukan proses pemeriksaan berdasar regulasi hukum dan perundang-undangan, “Saat ini kami tengah fokus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini, sebab kasus ini juga menjadi salah satu atensi kami,” ungkapnya.

Kedua tersangka tersebut ikut serta dan ambil bagian dalam aksi sweeping yang dilakukan massa Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan di lokasi yang diduga menjadi sarang praktik prostitusi di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, tepatnya di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Jum’at lalu.Dalam aksi tersebut, massa LPI sempat mendapatkan perlawanan dari warga setempat hingga akhirnya terjadi bentrok antar massa. Bahkan akibat aksi bentrok tersebut, terdapat sejumlah orang dari kedua kubu yang mengalami luka dan bahkan cedera.

Selain itu pihaknya berharap agar seluruh elemen masyarakat tetap tenang, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban dalam kasus tersebut. Berdasar hasil pemeriksaan, tersangka terancam Pasal 170 (1) sub 335 KUHP dan Pasal 170 (1) sub 351 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan barang. “Tersangka AH melanggar sub 355 dan MH sub 351, ancaman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan,” pungkasnya. @sul

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda