Ibu Ajak Anak Gadisnya Konsumsi SS, Kakak Dan Saudara Diamankan Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com – Satu keluarga yang tinggal di Jalan Keputran Kejambon II diamankan polisi, bahkan dalam aksus ini polisi juga mengamankan satu gadis yang masih duduk di bangku SMP diketahui bahwa gadis itu diajak oleh ibunya untuk mengonsumsi barang haram tersebut.

Hal ini bermula saat petugas BNNK gencar melakukan sosialiasi bahaya narkoba, khususnya di sekolah-sekolah. Saat melakukan sosialisasi di salah satu sekolah SMP di Surabaya, petugas mendapati tiga siswi positif mengkonsumsi narkoba. Hal itu terbukti dari hasil tes urine mereka.

Selanjutnya petugas mendatangi rumah dan menemui orang tua ketiga siswi tersebut. Kami menjelaskan tentang adanya dugaan penyalah gunaan narkoba tersebut dari tiga siswi tersebut ada salah satu siswi yang berasal dari keluarga broken home. Sebut saja melati. Ternyata setelah pihaknya mendalami keluarga Melati, petugas mendapati jika ia sering diajak mengisap narkoba jenis SS oleh ibunya, Ibu Gadis ini juga seorang pecandu (NN). Kemudian kami kembangkan lagi, jika SS tersebut diperoleh dari kakaknya.

Kepala BNNK Kota Surabaya AKBP Suparti menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Melati tersebut, pihaknya berhasil menangkap Zendy Setiawan (31) warga Jalan Keputran Kejambon II-72.  Zendy merupakan kakak dari Melati dan anak dari NN.

Setelah dikembangkan kembali, petugas mengamankan Galih Pramono (23) warga Jalan Keputran Kejambon II yang tinggal di Jalan Pakis Tirtosari 18 A, Surabaya yang tidak lain adalah keponakan Zendy. Hingga kemudian petugas menangkap keduanya yakni Zendy dan Galih keduanya ditangkap di tempat tinggal masing masing Kedua pemuda tersebut ditangkap lantaran menjadi pengedar SS yang biasa mengedarkannya di sejumlah kawasan di Surabaya. Termasuk SS yang digunakan oleh NN dan Melati.

Dari penangkapan kedua tersangka tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 19 poket SS dengan berat 23,84 gram, timbangan elektrik dan bukti transaksi narkoba serta sejumlah uang hasil transaksi yakni Rp 140 ribu.

Dalam proses pemeriksaan terhadap kedua pelaku Pengakuan mereka cukup mencengangkan, sebab mereka mengaku SS tersebut di peroleh dari paman mereka DD(DPO). “Kami masih mengejar pelaku yang memasok SS tersebut, kami masih sudah kantongi identitasnya, jaringan narkoba yang dijalankan oleh satu keluarga ini memang cukup besar. Sebab sekali meranjau, belasan SS siap dikirimkan. Ternyata setelah digali lebih dalam, peredaran SS tersebut diotaki oleh seorang napi di lapas, Kami akan akan dalami sampai ke sana, (lapas,red). Namun kami masif fokus menangkap DD,” ungkap Kepala BNNK Kota Surabaya AKBP Suparti.

Keduanya juga mengaku bahwa mereka sudah lama menjadi pengedar SS. Bisnis tersebut dikenalkan oleh paman mereka DD. Selain menjadi pengedar, mereka juga sebagai pemakai. Kebiasan keduanya lantas menular ke NN dan Melati yang saat itu dilanda masalah keluarga. Pria yang bekerja sebagai polisi cepek ini juga mengatakan selama ini dirinya hanya dibayar oleh Bram setelah mengantarkan SS tersebut kepada pelanggan. Namun, dia tidak tahu siapa pelanggan tersebut. Sebab data pelanggan semuanya dikendalikan oleh pamannya.

Dan kini keduanya harus menangung kesalahanya, untuk saat ini keduanya dia amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sedangkan Melati dan ibunya saat ini menjalani proses rehabilitasi. @rzk/lutf