Debt Collektor Merajalela Di Kediri

Kedriri Berita TKP, Aksi debt collector atau oknum karyawan yang bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan di Kediri Merajalela. Sabtu lalu (19/01) salah satu oknum karyawan debt collektor yang berkantor di ruko Balowerti Kediri melakukan pencurian/menyembunyikan sepeda motor jenis Yamaha Vision warna Hitam No.Pol AG 6520 XT yang di parkir depan ruko tersebut  Kejadian ini di alami oleh Fardian 21 warga Sambiroto Kecamatan Baron Nganjuk pada  saat bepergian ke Kota Kediri dengan tujuan menemui temannya.

Pada saat sampai di wilayah Semampir Kediri korban di ikuti orang yang tidak dikenal dan menghentikan perjalanannya. Setelah di hentikan dan menjelaskan ke korban riwayat angsuran sepeda motornya oknum debt collektor mengarahkan dan mengajak korban ke kantor mereka yang ada di jalan Balowerti Kediri jelas korban ke awak media Berita TKP.

Selanjutnya korban di arahkan masuk ke kantor bertemu salah satu pimpinan debt collektor untuk penjelasan angsuran sepeda motornya. Korban di paksa dan diancam untuk menandatangani surat yang di sodorkan pihak debt collektor tetapi korban tetap menolak dengan jebakan itu.

Setelah selesai korban menelpon Bapaknya untuk segera datang di jalan Balowerti Kediri. Sambil menunggu Bapaknya korban sudah mendapati sepeda motornya tidak ada di tempat semula.

Dengan keadaan bingung dia menanyakan sepeda motornya ke pihak debt collektor dan jawabannya tidak tahu. Dalam proses negosiasi Bapak korban menanyakan dimana posisi sepeda motor anaknya. Salah satu karyawan debt collector menjawab sepedanya sudah di bawa dengan cara di dorong ke kantor pembiayaan yang ada di ruko Hayam muruk. Pengambilan tanpa adanya pemberitahuan ke pemilik sepeda motor ini termasuk tindakan pencurian jelas orangtua korban sambil marah.

Orang Tua korban mendatangi tempat pembiayaan (CS Finance) yang ada di ruko Hayamuruk sesuai arahan pimpinan debt collektor dan menemui Yoga karyawan CS Finance. Saat ditemui salah satu karyawan lagi lagi orang tua korban di tipu oleh mereka bahwa sepeda motornya berada di gudang. Untuk masalah keterlambatan ini harus di selesaikan dahulu tambah bunga yang jumlahnya sangat besar.

Pada waktu yang berbeda saat antar korban ke kantor CS Fibabce di temui karyawan yang bernama Yoga menjelaskan tanggungan pembayaran harus tetap di selesaikan dengan jumlahnya lebih besar dan ditambah biaya penarikan oleh debt collector sebesar Rp.2 juta juga menjadi beban korban. Tidak bisa masuk di akal yang melakukan kerjasama CS Finance dengan Perusahaan (Debt Colector) tetapi biaya di bebankan ke nasabah.

Pada saat itu terjadilah perselisihan silahkan lapor ke pihak berwajib ataupun OJK kalau untuk fidusialnya kami ada semua dan sesuai prosedur yang ada di perusahaan jelas Yoga. Kita juga sudah ada kerja sama dengan perusahaan yang dalam bidang jasa debt colector apabila mereka menyalahi prosedur itu tanggung jawab serta resiko mereka pihak CS Finance gak mau tahu soal itu tambahnya.

Dari data yang di himpun awak media Berita TKP kejadian serta kronologi ini pihak debt collektor telah melakukan pengambilan sepeda motor Yamaha Vision karena tanpa sepengetahuan pemilik telah membawa secara paksa kendaraan sepeda motor yang telah di kunci oleh pemiliknya. Dalam hal ini karyawan debt collector sama halnya telah melakukan pencurian dan melanggar Pasal 365 dan 368 KUHP ayat 2, 3 dan 4 junto.

Begitu juga dengan pihak perusahaan pembiayaan telah melakukan bentuk kerjasama dengan debt collector ini melanggar KUHP Pasal 55. Dengan kejadian tersebut sudah semestinya aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan pembiayaan yang telah bekerja sama dengan debt collector dan para pelaku debt collector yang sangat meresahkan warga ini. (Hary)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda