Lakukan Penipuan, Jajuk Lestari Dihukum 2,5 Thaun

Surabaya, BeritaTKP.Com – Seorang wanita yang menyamar sebagai pegawai bank panin melakukan penipuan,  yakni Jajuk Lestariningsih yang kini hanya bisa pasrah saat majelis hakim yang diketuai Hariyanto menjatuhkan hukuman dua tahun delapan bulan atau 32 bulan karena terbukti melakukan pemalsuan surat berharga dan digunakan untuk menipu hingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,8 miliar.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Usman yang dalam sidang sebelumnya menuntut pidana penjara selama empat tahun, Atas vonis ini terdakwa dan JPU masih pikir-pikir apakah menerima putusan atau melakukan upaya hukum. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti manggar pasal 263 ayat 1 KUHP.

Kasus ini bermula saat terdakwa mendapat tawaran dari Ita Kurniati dan Candra Kartika tentang investasi di PT Brand Scuritas selanjutnya terdakwa mendapat penjelasan tentang perbedaan penghasilan dalam mencari nasabah yang berbeda dengan saat masih bekerja sebagai karyawan Bank BTPN kemudian apabila dapat mencarikan nasabah yang bersedia menginvestasikan dananya di PT Brand Scuritas maka terdakwa akan mendapatkan komisi dari PT Brand Scuritas sehingga setelah mendapat penjelasan tersebut, terdakwa menjadi tertarik untuk mencari nasabah untuk PT Brand Scuritas.

Terdakwa teringat dengan Sri rWahyuni Diharjo sebagai salah satu nasabah Bank BTPN dan terdakwa pada saat itu masih sebagai salah satu karyawan Bank BTPN, sekitar bulan Maret 2013 terdakwa menghubungi Sri Wahyuni untuk menawarkan investasi di PT Brand Scuritas dengan menjanjikan keuntungan sebesar 9% tanpa pajak selanjutnya setelah tahu program yang ditawarkan merupakan investasi.

Namun Sri Wahyuni menolak tawaran tersebut dan Sri Wahyuni bermaksud akan menyimpan dananya dalam program deposito kemudian setelah gagal menawarkan secara langsung tentang program investasi di PT Brand Scuritas maka terdakwa tetap berupaya untuk menjadikan Sri Wahyuni sebagai nasabah PT Brand Scuritas sehingga pada tanggal 22 Juni 2013, terdakwa datang ke rumah Sri Wahyuni dan mengaku sebagai Pegawai Senior manager Bank Panin cabang Tropodo serta menawarkan program simpanan Deposito di Bank PANIN Cabang Tropodo Surabaya.

sementara pada saat itu terdakwa yang mengaku sebagai Pegawai Senior manager Bank Panin cabang Tropodo tersebut menjanjikan keuntungan yang besar apabila Sri Wahyuni bersedia mengikuti program simpanan Deposito di Bank PANIN Cabang Tropodo Surabaya, Selanjutnya setelah mendengar tawaran terdakwa maka Sri Wahyuni menjadi tertarik dan menerima tawaran tersebut serta bersedia menjadi Nasabah Deposito Bank PANIN Cabang Tropodo Surabaya senilai Rp. 200.000.000.

setelah Deposito tersebut jatuh tempo, Sri Wahyuni meminta tolong kepada terdakwa untuk mencairkan depositonya selanjutnya setelah menerima Bilyet Deposito dari Sri Wahyuni, terdakwa melakukan scanner Bilyet Deposito tersebut sehingga hasil scanner Bilyet Deposito tersebut terlihat sama dengan Bilyet Deposito yang asli kemudian Deposito Bank PANIN Cabang Tropodo Surabaya senilai Rp. 200.000.000 dicairkan oleh terdakwa sesuai permintaan Sri Wahyuni namun terdakwa tidak menyerahkan dana pencairan deposito tersebut kepada Sri Wahyuni dan meminta agar memperpanjang depositonya tersebut sehingga Sri Wahyuni menyetujui dan memperpanjang depositonya. Padahal deposito tersebut telah dicairkan ke rekening BCA milik suami terdakwa .

hingga terdakwa telah membubuhkan tandatangan pada lembar hasil Scanner Bilyet Deposito seolah-olah Bilyet Deposito tersebut asli dan ditandatangani oleh Firdaus selaku Sub Branch Manager Bank Panin Cabang Tropodo Surabaya, setelah menerima permintaan dan saran terdakwa untuk memperpanjang deposito sehingga akhirnya Sri Wahyuni menambahkan dana untuk didepositokan dengan total sebesar Rp. 2.800.000.000.

Selanjutnya, terdakwa dengan diantar oleh anaknya yang bernama Evi Raharjo, datang ke Bank PANIN Cabang Tropodo Surabaya dengan maksud akan ganti buku karena tabungan penuh selanjutnya Sri Wahyuni mendapat informasi bahwa dirinya tidak terdaftar sebagai nasabah Deposito di Bank Panin Cabang Tropodo Surabaya dan Bilyet Deposito yang diterima dari terdakwa tersebut tidak diakui serta dikeluarkan oleh pihak bank sehingga akibat perbuatan terdakwa tersebut, Sri Wahyuni mengalami kerugian sebesar Rp. 2.800.000.000.  @albrt