Polisi Grebek Tempat Pengoplos Tabung LPG Dan Amankan Dua Tersangka

Surabaya, BeritaTKP.Com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik Unit Tindak Pidana Ekonomi, mengungkap kejahatan pengoplosan elpiji bersubsidi yang dilakukan pelaku asal Surabaya diketahui bahwa omzet bisnis ini mencapai puluhan juta setiap bulan, dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan dua tersangka Yakni, Dimas Raka (23) warga Dupak Bandarejo gang 3/57 RT 07 RW 3 Keluarahan Dupak, Krembangan Surabaya Serta Aditya Rachman (26) warga Dukuh Pakis 5F / 8 RT 02 RW 4 Kelurahan Dukuh Pakis, Surabaya.

Polisi mengungkap bahwa , mereka sudah menjalankan aksinya selama tiga bulan dalam hal ini modus yang dilakukan oleh keduanya yakni dengan membeli elpiji ukuran 3 kg di warung-warung yang dekat dengan rumah yang dijadikan markas pelaku di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Elpiji yang sudah dibeli kemudian dikumpulkan menjadi satu dan ditaruh di atas tempat yang sudah dirakit untuk memudahkan pengoplosan. Setelah elpiji subsidi 3kg diletakkan dalam kondisi terbalik, pelaku memasangkan selang menuju katup elpiji 12 kg (non subsidi) yang kosong.

Tak hanya sampa disitu, selanjutnya pelaku pengoplos lpg tersebut menyiramkan air panas di tabung elpiji 3kg, gas mulai berpindah ke elpiji 12kg. Aksi tersebut dilakukan pelaku hanya dalam waktu 15 menit, dan dalam kasus ini pula elpiji oplosan tersebut diberi segel yang mirip segel asli Pertamina. Selanjutnya elpiji dipasarkan dengan harga Rp 105 ribu dari HET Pertamina Rp 135 ribu. Kedua pelaku bisa mengeruk keuntungan hingga jutaan rupiah perhari mengingat banyaknya pelanggan.

Selain mengamankan kedua pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil pikup Nopol L 9536 VD untuk mendistribusikan elpiji, 43 tabung elpiji melon 3kg, 12 tabung elpiji 12kg, 14 segel bekas elpiji 12kg, 500 biji rubber seal dan satu paket alat pemanas air yang telah dimodifikasi, dan atas perbuatanya kedua tersangka dijerat pasal 55 UU RI 22 tahun 2001 tentang penyalahgunaan niaga bahan bakar minyak dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 60 miliar. @lutf

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda