Aniaya Guru Hingga Tewas, Siswa SMA Kelas 3 Serahkan Diri Ke Polisi

Sampang, BeritaTKP.Com – Murid kelas XII IPS di SMAN 1 Sampang, Madura berinisal H tega melakukan penganiayaan terhadap gurunya bahkan akibat perilakunya yang di luar ambang batas wajar tersebut Ahmad Budi Cahyono seorang tenaga guru kesenian tidak tetap SMAN 1 Sampang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, Surabaya hingga akhinya meninggal dunia.

Sekedar dikethui bahwa guru yang korban aniaya siswanya  tidak tetap yang mengajar kesenian di SMAN 1 Torjun ini, merupakan pasangan suami istri yang baru saja melaksanakan pernikahan. Bahkan istri korban saat ini tengah mengadung anak pertamanya.

Dugaan penaniayaan itu terjadi pada jam pelajaran terakhir, dengan materi seni lukis yang disampaikan oleh korban. Saat itu, H tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan peserta didik yang lain.Budi berusaha mengingatkan pelaku. Namun, bukan mengindahkan, H malah semakin menjadi. Akhirnya korban menindak siswa tersebut dengan mencoret pipinya menggunakan cat lukis.Tak terima dengan tindakan sang guru, pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan terjadilah penganiayaan yang sempat dilerai oleh siswa lain.Sesampainya di rumah, korban merasa sakit leher hingga kepala pusing. Karena semakin parah akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Di rumah sakit tersebut guru kesenian ini mengehmbuskan nafas terakhir akibat mengalami mengalami gagar otak dan pembuluh darah pecah.

Setelah kejadian penganiayaan yang dialami Guru kesenian tersebut dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo hingga akhirnya meninggal dunia Jenazah guru Seni Rupa SMAN 1 Torjun tersebut dalam perjalanan dari Surabaya menuju rumah duka di Kampung Pleyang, Desa Tangumong, Kecamatan kota, Sampang, Madura.

Dalam kedatangannya di kampung halaman, jenazah Guru Kesenian tersebut disambut tangis haru oleh tetangga, sanak saudara, Ratusan guru dan siswa, Jenazah Budi tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (2/2/2018). Wajah sedih dan rasa haru para pengantar jenazah mengiringi kepergian sang guru kesenian itu menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sementara itu Terduga penganiaya guru kesenian SMA Negeri Torjun Sampang akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi, Jumat (2/2/2018) dini hari, Murid kelas XII berinisal H ini datang ke kantor polisi dengan diantar oleh keluarga. Sebelumnya, petugas mendatangi rumah orang tua H yang ada di Dusun Brekas, Desa/Kecamatan Torjun, Sampang. Polisi mendatangi rumah pelaku setelah tersiar kabar guru yang dianiaya, Ahmad Budi Cahyono, meninggal pada Kamis (1/2/2018) pukul 21.40 WIB di RSU dr Soetomo Surabaya.

Dalam hal ini Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, melalui Kapolsek Torjun, AKP Harifi Kahar menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Untuk memastikan kronologis penganiayaan yang menimpa seoarang tenaga pendidik itu, masih dilakukan penyelidikan. @sul