Oknum Satpol PP Dituntut 13 Tahun Penjara Setelah Menjadi Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur

Surabaya, BeritaTKP.Com – Terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang tak lain murid ngajinya, seorang oknum guru ngaji bersama rekanya yang diketahui merupakan mantan anggota SatpolPP kota surabaya terancam hukuman penjara.

Dalam sidang kasus tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis menuntut pidana penjara selama 13 tahun pada Achmad Syafi’i, eks oknum Satpol PP, Sementara terdakwa yang lain yakni Muhammad Sunarto sebagai guru ngaji sedikit beruntung karena dituntut lebih ringan yakni 8 tahun penjara.

JPU Darwis saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim bahwa Perbiatan Ahmad Syafi’i sesuai Pasal 76D Juncto Pasal 81 ayat (1) Tentang Kekerasan Anak dan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan (cabul) terhadap 7 korban anak di bawah umur, ia juga menjelaskan bahwa terdakwa Muhammad Sunarto hanya dituntut 8 tahun, karena perbuatannya terbukti dalam Pasal 76E Jo Pasal 81 ayat (1) tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu seusai persidangan kasus tersebut, kuasa hukum terdakwa, Fariji dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK mengaku bahwa tuntutan Jaksa sudah sesuai dan dikarenakan dua terdakwa dalam sidang berlangsung itu telah mengakui perbuatannya tersebut. “Tuntutan Jaksa mestinya lebih berat. Pasalnya, dua terdakwa melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur lebih dari satu,” ujar Annis.

Annis Sadah dari Saodenrae Convention Center (SCC) selaku pendamping korban di persidangan mengatakan jika perbuatan kedua terdakwa harus dapat hukuman seberat-beratnya. Pasalnya, dua terdakwa bisa dalam kategori predator anak, ia juga menjelaskan terdakwa Muhammad Sunarto sebagai guru ngaji melakukan pencabulan dengan memakai dan menyebut nama institusi pondok pesantren (Ponpes) untuk melancarkan aksi bejatnya tersebut.

Annis berharap kepada Majelis hakim memberikan (menjatuhkan) vonis terhadap dua terdakwa lebih berat, sesuai pasal yang berlaku. “Sangat jelas sekali, termasuk pelecehan terhadap institusi agama. Modus dia berlindung dengan institusi agama, di pondok pesantren manapun kamu akan digituin (dicabuli), saya berharap majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan hukuman setimpal” ungkapnya. @hyanto

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda