Polisi Tangkap Mahasiswa Pelaku Kejahatan Order Fiktif Taksi Oline

Surabaya, BeritaTKP.Com – Polisi berhasil mengungkap kejahatan pelanggaran Undang Undang ITE, bahkan dalam kasus ini tersangka masih berstatus mahasiswa, dalam hal ini polisi menangkap tiga tersangka terdiri dari Liem Chandra (32) warga Jalan Kutisari Indah Nomor 79, Surabaya, Liem Adrew Agatha (22) warga Jalan Sutorejo Prima Utara 1/3 dan Mauriciano Vitorius (23) Warga Jalan Wijaya Kusuma Nomor 42, Surabaya.

Tiga mahasiswa tersebut telah melakukan tindak kejahatan tentang Undang-Undang ITE berupa menyalahgunakan aplikasi taksi online hingga mendapatkan untung ratusan juta selain itu menurut informasi ketiganya telah melakukan kejahatan tersebut selama satu tahun.

Kasus ini terbongkar setelah pihak perusahaan mengevaluasi akun driver yang dikendalikan oleh tersangka. Sebab banyak order yang cancel. Pihak perusahaan curiga hingga melaporkan kasus ini ke polisi.

Dimana dalam aksinya tersangka Chandra melakukan order fiktif empat kali untuk satu akun. Kenapa harus empat, karena yang ia kejar adalah terget bonus atau intensif yang diberikan oleh perusahaan. Sebab setiap driver akan mendapatkan bonus setelah mendapatkan order atau empat kali trip yakni sebesar Rp 150 ribu per akun.

Dan lantaran tersangka memiliki tiga akun, maka setiap hari tersangka memperpoleh keuntungan Rp 450 ribu, Dari usahanya tersebut, Chandra sukes. Namun hal itu tak membuat ia puas. Chandra terus membeli akun milik driver dan juga HP khusus penumpang.

Selanjutnya pada pada Januari, ia berhasil membeli sebanyak 36 akun driver dan 86 HP yang digunakan untuk menginstal aplikasi taksi online khusus penumpang. Hanya saja akun driver yang diaktifkan hanya 12 akun, Karena jumlahnya banyak, maka tersangka Chandra tak bisa bekerja sendirian. Ia pun merekrut dua rekannya yakni Andrew dan Mauriciano. Setiap hari mereka berkeliling dengan mengendarai mobil milik tersangka Andrew.

Dalam sehari komplotan ini berhasil mendapatkan uang Rp 3,6juta dengan banyaknya akun dan juga HP khusus penumpang setelah berhasil melakukan aksinya Chandra membangi 40 persen keuntungannya kepada kedua rekannya yang bekerja sebagai joki tersebut, Komisi tersebut akan dibagi setelah pihak perusahaan taksi online mentransferkan bonus tersebut kepada Chandra.

Kepada polisi, Chandra mengaku belajar modus tersebut secara otodidak. Dia mengatakan jika sebelumnya  juga merupakan mitra dari salah satu perusahaan taksi online namun dirinya diputus oleh mitra karena terbukti melakukan kecurangan, Selain tersangka, sejumlah barang bukti juga diamankan. Yakni 112 unit HP dari berbagai merk, satu unit mobil Toyota Agya dengan nopol L 1553 EX, sembilan unit modem dan juga power bank. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda