Bea Cukai Amankan Sabu Senilai Rp 1,4 Miliar Dari Malaysia

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Bea dan Cukai Juanda berhasil membongkar Penyelundupan sabu-sabu (SS) dan dalam penyelundupan tersebut barang bukti berupa sabu seberat 940 gram yang berusaha diselundupkan melalui bandara Juanda dengan menyembunyikannya di dalam rice cooker.

Dalam kasus ini juga Petugas Custom Narcotic Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Juanda (KPPBC) Tipe Madya Juanda mengamankan pelaku pembawa SS senilai Rp 1,4 miliar tersebut, yakni AW (32) Ia diduga sebagai kurir pengiriman SS, Warga Pamekasan, Madura ini yang membawa SS dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya melalui Terminal II Bandara Juanda.

Kepala KKPPBC Tipe Madya Juanda Budi Hardjanto penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan timnya yang sebelumnya mempelajari kejanggalan pada kedatangan tersangka dari Malaysia ke Surabaya. Setelah turun dari pesawat dan menuju pemeriksaan, tersangka membawa barang yang mencurigakan, Ia membawa barang besar dan saat ditanaya ia menjawab bahwa ia membawa rice cooker.

Namun saat tersangka melewati alat pemindaian X-ray diketahui ada barang yang mencurigakan di dinding alat penanak nasi dan di bagian bawah alat tersebut. Pihaknya kemudian meminta tersangka dan membawa rice cooker ke ruangan, Dalam pemeriksaan ditemukan tujuh kantong plastik berisi SS yang disembunyikan dalam rice cooker tersebut.

Hingga selanjutnya Tersangka langsung diamankan petugas dan petugaspun berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim serta BNNK Sidoarjo, Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya mengatakan dari modus dan asal tersangka membawa SS tersebut kemungkinan berbeda jaringan dengan pengirim SS yang juga berhasil digagalkan pihak Bea Cukai Juanda, “Kami masih menyelidikinya kemungkinan berbeda karena ini dari Kuala Lumpur, sementara sebelumnya dari Johor,” ujarnya.

Sementara itu pelaku mengaku bahwasanya ia merupakan TKI di Malaysia. Selama ini ia bekerja sebagai kuli bangunan di negeri jiran tersebut. Hingga kemudian ia hendak pulang dan dititipi barang tersebut. Ia dititipi karena hendak menuju ke Madura, dan selanjutnya SS tersebut rencananya akan diambil oleh seseorang yang tidak diketahuinya. “Saya mendapat imbalan 50 ringgit (sekitar Rp 173 ribu),” katanya. @red