Dari 5.458 Orang Yang Terjaring Razia, 13 Diantaranya Positif Narkoba dan Satu HIV

Surabaya, BeritaTKP.Com – Operasi yustisi yang dilakukan oleh Satpol PP kota surabaya berhasil mengamankan 5.458 orang terjaring razia yustisi selama tahun 2017 dan dari dan operasi yustisi pada Januari 2018, Satpol PP menemukan 10 orang yang positif narkoba dan HIV satu orang.

Dari 5.458 orang yang terjaring razia selama tahun 2017, pelanggarannya macam-macam. Di antaranya siswa bolos sekolah, kena yustisi di taman, warkop/kafe, pekerja pitrat, pengamen di bawah umur, pengamen dewasa, T4, minum-minuman keras, balap liar, pengemis anak, pengemis dewasa, orang gila, PSK, kos-kosan, hotel atau wisma.

Warga yang terjaring razia yustisi akan langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Di kantor Satpol PP itu, mereka akan ditanya alasan pelanggarannya oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A).

Dan Bagi yang negatif menggunakan narkoba, imbuhnya, akan dipulangkan dengan syarat keluarganya menjemput ke kantor Satpol PP dengan membawa KTP atau KK yang bersangkutan. Sementara itu, bagi warga yang positif menggunakan narkoba, akan langsung dikirim ke kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.

Setiap bulannya dirinci, pada bulan Januari 2017 berhasil menjaring sebanyak 627 orang, Februari 445 orang, Maret 482 orang, April 553 orang, Mei 363 orang, Juni 296 orang, Juli 378 orang, Agustus 429 orang, September 429 orang, Oktober 344 orang, November 647 orang, dan Desember 465 orang. Dari data tersebut, warga asli Surabaya yang terjaring yustisi selama tahun 2017 sebanyak 2.797 orang dan luar Surabaya 2.654 orang.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Bagus Supriyadi mengatakan, anggotanya setiap hari melakukan operasi yustisi. Razia dilakukan di sejumlah tempat terhadap warga Surabaya dan luar kota. Tujuan operasi yustisi ini untuk memberikan rasa aman dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Satpol PP selalu mengecek kelengkapan kependudukannya sebagai fungsi kontrol pemerintah. “Termasuk yang nggak bawa identitas, terutama e-KTP juga akan didata,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa orang yang di amankan dan terjaring dan positif terjangkit HIV, langsung dikirim ke Liponsos untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tahun 2017, Satpol PP memulangkan 329 orang setelah dijemput oleh keluarganya, yang dibawa ke Liponsos 298 orang, yang positif narkoba dan dibawa ke BNNK 32 orang, dan yang positif HIV 6 orang. “Kami lakukan sesuai dengan prosedur,” pungkasnya. @red