Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Membentuk Tim Pemantauan Awasi Pengelolaan Dana Hibah Koperasi

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Pada tahun 2017 lalu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menutup sebanyak 134 koperasi, mengingat hal tersebut Koperasi dan Usaha Mikro kini melakukan pengawasan ketat guna untuk di tahun ini selanjutnya tidak ada koperasi yang kritis atau bahkan ditutup lagi.

Salah satu hal yang diawasi adalah pengelolaan dana hibah. Koperasi harus bisa mempertanggungjawabkannya, hal tersebut dinyatakan oleh Kabid Pengendalian dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Yayuk Puji Rahayu hal ini dilakukan lantaran dana hibah yang diterima seharusnya bisa membuat koperasi berkembang.

Selain itu Pada awal tahun ini pihaknya sudah mulai melakukan pengawasan dengan menyebar tim yang berasal dari kecamatan. Pada tiga bulan pertama, ada lima kecamatan yang menjadi target pengawasan dan Sisanya akan dilakukan secara bertahap.

Dalam hal ini yang dimaksud lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Krian, Balongbendo, Tarik, Prambon, dan Wonoayu. Nantinya yang diawasi tidak hanya koperasi simpan pinjam, tetapi juga koperasi wanita. Kegiatan ini sudah dimulai sejak Januari lalu dan akan berlangsung hingga Maret mendatang, dan dalam satu kecamatan paling tidak ada satu hingga tiga koperasi yang dipantau.

Jika dalam pemantauan nanti ada koperasi yang tidak bisa mempertanggungjawabkan dana hibah, maka akan ditegur. Teguran tidak hanya secara lisan tapi juga secara tertulis, cara ini merupakan bentuk pembinaan pada koperasi agar tidak mengulangi lagi. Sedangkan target jangka panjangnya adalah untuk mempertahankan koperasi.

“Sebab diakuinya sejauh ini banyaknya koperasi yang ditutup akibat tidak bisa mempertanggungjawabkan perputaran uangnya dan Ini bentuk preventif kami untuk membuat koperasi tetap berdiri dan berjalan dengan baik,” ujar Yayuk. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda