Kejaksaan Negeri Surabaya Selamatkan Uang Negara Rp 1 M

Surabaya, BeritaTKP.Com – Di bulan kedua tahun 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari ) Surabaya berhasil mengungkap kasus yang merugikan negara, Di antaranya adalah kasus kredit fiktif  Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) swasta dan dana hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim.

Dan kali ini Kejaksaan Negeri (Kejari ) Surabaya mengembalikan uang hasil ungkap kasus tersebut, hal ini terlihat dimana Tumpukan uang dipampang di meja kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Surabaya, Kamis 15/2/2018, Uang senilai Rp 1,07 miliar tersebut merupakan hasil pengembalian terpidana kasus korupsi yang ditangani oleh penyidik kejari.

Dalam hal ini M Teguh Darmawan selaku Kepala Kejari Surabaya mengujarkan bahwa uang tersebut merupakan hasil pengembalikan empat terpidana dari dua kasus yakni BPR dan Bawaslu. Secara rinci uang senilai Rp 1 miliar tersebut diperoleh dari terpidana kasus kredit fiktif di Bank BPR swasta cabang Surabaya, yakni Novan Ari Wicaksono senilai Rp 100 juta dan Kemudian kasus yang sama (kredit fiktif, Red) dari terpidana Bagus Priyambodo Basuki, yakni Rp 50 juta.

Selain itu ia juga mengujarkan bahwa selain memenjarakan para terpidana, menyelamatkan uang negara juga merupakan hal yang penting. Sebab pada dasarnya korupsi yang dilakukan oleh para terpidana ialah menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi dan tentunya merugikan negara, “Oleh karena itu, setelah dikembalikan oleh para terpidana, maka uang ini akan kami serahkan kembali kepada masing-masing pihak, yakni pemkot, Bawaslu dan juga bank BPR,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini juga turut hadir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ia juga mengujarkan terima kasih atas kinerja maksimal Kejari Surabaya dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan Pemkot Surabaya. Tentunya warga juga mendapatkan manfaat positif, terutama dalam penyelamatan aset milik pemkot, “Upaya kejari membuat pemkot memperoleh gelar Wajar Tanpa Pengeculaian (WTP) dalam hal pengelolaan keuangan oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, kami ingin kejari terus melakukan ini agar tak ada lagi tindak pidana korupsi, khususnya di Surabaya,” ujarnya. @red

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda